Syukuran Tahun  Baru Tokoh  Lintas Agama di Paroki Kedoya

Sabtu pagi, sekitar pkl 10.00 s/d 12.00 WIB , bertempat di ruang Nazareth Kompleks Gereja St. Andreas, Kedoya-Jakarta Barat, para tokoh lintas agama se-Kecamatan Kebon Jeruk, bersilaturahmi. Mereka berkumpul, bercakap-cakap dan berdoa bersama untuk keutuhan dan kemajuan bangsa. Secara bergantian 6 (enam) orang perwakilan dari agama-agama : Islam, Katolik, Kristen Protestan, Budha, Hindu dan Kong Hu Cu memanjatkan doa syukur dan harapan untuk kemajuan dan kemakuran  bangsa Indonesia.

Dalam doanya, masing-masing  tokoh agama  ini merefleksi cinta Tuhan yang  begitu besar bagi bangsa ini  yang telah menganugrahkan kekayaan alam yang luar biasa serta keragaman suku bangsa yang juga akan menjadi kekayaan dan kekuatan jika dikelola dengan arif. Karena itu, dalam doanya, mereka mohon  agar seluruh rakyat dan pemerintah diberi kesadaran dan  kemampuan untuk menjaga dan merawat bangsa Indonesia agar Indonesia  menjadi tempat yang  aman dan nyaman bagi semua.

Usai melantunkan doa, bersama dengan Kapolsek Kebon Jeruk, Marbun- para tokoh agama ini kemudian melepaskan ke udara 10 ekor  burung merpati, sebagai symbol komitmen mereka untuk bersama-sama  menjaga dan merawat perdamaian. Di udara, burung-burung itu  beterbangan, diiringi sorak-sorai dan tepuk tangan kegembiraan seluruh hadirin.

Tahun Persatuan

Doa bersama para tokoh lintas gama ini  diselenggarakan sebagai salah satu bentuk implementasi gerakan Gereja Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) tahun 2018  yang mencanangkannya sebagai “Tahun Persatuan” dengan tema: “Amalkan Pancasila, Kita Bhineka, Kita Indonesia.” Tema ini didorong oleh  KAJ sebagai  salah satu upaya  untuk merawat Indonesia agar tetap menjadi bangsa aman, nyaman dan damai bagi semua.

Pastor Kepala Paroki  Kedoya,  P. Celcius Mayabubun MSC dalam sambutan singkatnya mengatakan bahwa acara syukuran ini merupakan bentuk ucapan terima kasih atas kebersamaan selama ini. Pelaksanaan natal tahun 2017 yang berlangsung aman dan damai, katanya, adalah juga buah dari kebersamaan. “Karena  itu, marilah kita terus bekerja sama mewujudkan kehidupan yang damai, yang saling menghargai dan mencintai. Untuk mengatasi kegelapan, caranya kita masing-masing perlu menyalakan lilin  sehingga terangnya memancar  dan menerangi kita semua,” katanya.

Kapolsek Kebon Jeruk, Marbun,  yang pada kesempatan itu juga menyampaikan sambutan, mengungkapan apresiasinya terhadap inisiatif  Paroki Kedoya  yang pada awal tahun ini mengundang tokoh lintas agama  untuk berdoa bersama bagi bangsa dan negara. “Saya bangga! Mengawali tahun baru ini, para tokoh agama berkumpul dan bersilaturahmi. Ini sangat bagus. Mari kita kembangkan dan pupuk terus kerja sama semacam ini,” katanya.

Acara syukuran yang dipersiapkan oleh Seksi Hubungan Antara Agama dan Kemasyarakatan (HAAK) dan Seksi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) Paroki Kedoya serta  bekerja sama dengan seksi-seksi terkait lainnya, dihadiri oleh perwakilan umat baik kategorial maupun lingkungan dan wilayah. *** Libert 

Go to top