Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Santa Marina, Pengaku Iman (17 Juli)

Santa Marina the Monk

Marina lahir dan hidup pada abad ke 8 di Byzantine, Syria (Libanon). Ia adalah putri tunggal yang berasal dari keluarga pedagang yang makmur bernama Eugenius. Ketika ibunya meninggal dunia, Eugenius mendidik Marina dengan tradisi Kristen yang ketat. Setelah Marina beranjak dewasa, Eugenius berencana akan menikahkan Marina dan ia akan melanjutkan hidupnya sebagai biarawan. Akan tetapi, Marina bersikeras tidak ingin berumah tangga dan ia telah berkaul tetap suci serta mempersembahkan hidupnya bagi Tuhan. Lalu, Marina berkata, Bagaimana bisa seorang ayah berupaya menyelamatkan jiwanya sendiri dan melupakan keselamatan jiwa putrinya?”

Marina berusaha menyakinkan Eugenius bahwa, ia bisa menyamar menjadi seorang biarawan agar bisa tinggal bersama ayahnya dalam biara. Kemudian, Marina mencukur rambutnya dan memakai jubah biarawan. Tindakan Marina tersebut telah meluluhkan hati ayahnya dan Eugenius pun mengalah dengan menjual semua hartanya. Bersama putrinya yang sudah berganti nama menjadi Marinus, mereka masuk Biara Qannoubine di Lembah Kadisha, Libanon. Marina dan Eugenius hidup bersama dalam keheningan biara, dalam puasa dan doa serta bersama-sama memadahkan pujian kemuliaan Allah di surga. Setelah 10 tahun hidup bersama dalam biara, Eugenius pun meninggal dunia.

Setelah ayahnya meninggal dunia, Marina tetap menjalani kehidupan matiraga asketis yang keras dalam sel pertapaannya dan tetap menyembunyikan jati dirinya sebagai perempuan. Namun, beberapa saudaranya sudah ada yang curiga ketika Marina sedang menyanyikan madah pujian dengan suara yang lembut.

Marina the Monk - Alchetron, The Free Social Encyclopedia | The monks ...

Suatu hari, Marina difitnah telah menghamili seorang putri pemilik penginapan. Namun, Marina menerima fitnahan itu dengan diam tanpa membela diri. Kepala biara sangat marah dan mengusir Marina dari biara. Meskipun sudah diusir, Marina tetap tinggal didepan pintu gerbang biara dan hidup sebagai pengemis. Ketika putri pemilik penginapan itu sudah melahirkan, ia menyerahkan bayinya itu kepada Marina. Marina pun menerimanya dan membesarkan bayi itu dengan memberikan susu domba yang ia dapat dari para sahabatnya. Marina berusaha merawat anak tersebut dengan tetap menjadi seorang pengemis di depan pintu gerbang biaranya. Setelah 10 tahun menjadi seorang pengemis, para biarawan lainnya mulai merasa iba dengan Marina dan berusaha menyakinkan kepala biara agar mau menerima Marina kembali.

Marina diizinkan tinggal dalam biara lagi dengan syarat, Marina harus menjalani penitensi yang berat. Setiap hari, Marina harus memasak, menimba air dan membersihkan biara. Meskipun begitu, Marina tetap melakukan tugasnya sebagai seorang rahib. Marina mengucapkan terima kasihnya kepada kepala biaranya atas semua penitensi itu dan ia tidak pernah mengeluh, meski penitensi itu telah meremukkan tubuhnya.

Pada tahun 750, Marina meninggal dunia diusia 40 tahun di Biara Qannubin, Libanon. Segera kepala biara memerintahkan agar jasad Marina dimandikan dan dipakaikan jubah biarawan yang baru untuk upacara pemakamannya. Saat itulah, para biarawan lainnya dan kepala biara mengetahui jati diri Marina yang sebenarnya adalah seorang perempuan. Kepala biara sangat merasa tertekan dan bersalah atas segala perbuatannya selama ini. Ia menangis penuh penyesalan disamping jenazah Marina. Kepala biara juga memberitahu kematian dan jati diri Marina kepada putri pemilik penginapan yang sudah memfitnah Marina sebelumnya. Bersama dengan seorang tentara Romawi yang telah menghamilinya, putri pemilik penginapan itu pun menangis penuh penyesalan atas fitnahannya yang keji dan berlutut didepan jenazah Marina. Putri pemilik penginapan itu juga mengaku bahwa, ia sudah tahu kalau Marina adalah seorang perempuan. Mereka juga memohon pengampunan atas semua rasa sakit dan penderitaan yang Marina alami disepanjang hidupnya.

Suatu mujizat pun terjadi ketika seorang biarawan tua yang mengalami kebutaan pada sebelah matanya, mendekati dan menyentuh kaki jenazah Marina. Secara ajaib, mata biarawan tua itu menjadi sembuh dan bisa melihat. Melihat keajaiban itu, para biarawan lainnya memadahkan lagu pujian atas keagungan Tuhan yang telah mengkukuhkan kesucian Marina lewat mujizat kesembuhan. Setelah dimakamkan, semakin banyak lagi cerita mujizat yang dialami oleh mereka yang berdoa di makam Marina.

Santa Marina dihormati sebagai orang kudus oleh  Gereja Katolik Roma, Gereja Maronite, Gereja-gereja Orthodox Timur dan Gereja Koptik Mesir. Gereja Katolik Roma merayakan peringatan Santa Marina setiap pada tanggal 18 Juni. Pada tanggal 17 Juli 1230, relikui Santa Marina dibawa dari Libanon ke Venisia, Italia. Karena itulah, setiap tanggal 17 Juli diperingati juga sebagai Hari Translasi Relikui Santa Marina di Venisia. Sekarang relikui pahlawan iman ini, disemayamkan di Gereja Santa Marina di Venisia, Italia.

Leave a comment