Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Santo Corbinianus, Uskup (8 September)

Saint of the Day – 8 September – Saint Corbinian (c 670–c 730) – AnaStpaul

Waldegiso lahir sekitar tahun 670 di Chatres Melun, Perancis. Tak lama ia dibaptis, ayahnya meninggal dunia. Kemudian ibunya yang bernama Corbiana, mengganti nama putranya menjadi Corbinianus. Tidak banyak diketahui mengenai masa kecilnya.

Menurut tradisi, selama 14 tahun Corbinianus hidup sebagai pertapa dan tinggal di sel pertapaan dekat Gereja Santo Germanus, Chatres, Perancis. Umat di Chatres banyak yang mendatanginya untuk meminta doa dan mujizat. Karena mujizat yang bisa dilakukan oleh Corbinianus sudah terlalu banyak, sehingga jumlah umat yang datang semakin banyak dan berita tentang dirinya semakin tersebar kemana-mana. Hal ini membuat Corbinianus merasa terganggu dengan kehadiran umat yang membludak disel pertapaannya. 

Selain itu, beberapa orang muda mulai berdatangan ke sel pertapaannya untuk menjadi pengikutnya. Awalnya, Corbinianus ingin meminta mereka pulang saja, tetapi melihat kesungguhan iman mereka, Corbinianus mulai menyisihkan sebagian waktunya untuk menjadi pembimbing mereka. Dengan inilah, akhirnya Corbinianus dan para pengikutnya membentuk sebuah komunitas religius baru. 

Devosi pribadinya kepada Santo Petrus, membawa Corbinianus berziarah ke Roma, Italia. Bersama dengan para pengikutnya, Corbinianus meninggalkan sel pertapaannya di Perancis, lalu menuju ke Roma. Setelah beberapa bulan menempuh perjalanan, akhirnya mereka tiba di Roma dan mereka masih diberi kesempatan audiensi pribadi dengan Paus Gregorius II. 

Ketika bertemu dengan Corbinianus, Paus Gregorius II sangat bersukacita, seolah doanya dijawab Tuhan. Sudah sejak lama, Paus mencari seseorang yang kudus untuk menjadi Uskup Bavaria dan Paus pun sudah mengetahui kisah-kisah mujizat yang membuat Corbinianus menjadi sangat terkenal. Corbinianus sempat menolak tawaran untuk menjadi Uskup karena Corbinianus lebih tertarik pada kehidupan meditasi dan doa daripada mempunyai jabatan dalam hierarki gereja. Lalu, dengan alasan terikat kaul monastik, Corbinianus meminta berkat dari Paus untuk perjalanan kembalinya ke Perancis. 

Akan tetapi, untuk membebaskan kaul monastiknya, Paus Gregorius II meminta Corbinianus untuk ikut serta dalam sidang terbatas bersama dengan para pembantunya. Lewat sidang itu, Corbinianus terbebas dari kaul monastiknya dan ditetapkan sebagai misionaris Uskup Bavaria. Corbinianus tidak bisa menolak lagi jabatannya yang baru sebagai Bapa Uskup Bavaria. 

Arte_Historia_Estudios: Santos - Capítulo 3 (C)

Corbinianus sampai di Bavaria sekitar tahun 724 dan melayani dibawah pimpinan Pangeran Grimoaldus. Dalam waktu singkat, Uskup Corbinianus berhasil membaptis banyak orang dan membawa banyak jiwa kembali ke gereja. Selain itu, ia juga mendirikan banyak gereja, biara dan sekolah di seluruh wilayah Bavaria. Dipuncak bukit dekat Freising, Uskup Corbinianus mendirikan sebuah biara dan sekolah seminari yang ia serahkan kepada biarawan Benediktin. Di biara inilah, muncul banyaknya tuas-tunas muda generasi masa depan Bavaria. Salah satu muridnya yang menjadi orang kudus adalah Santo Arbeo dari Freising. 

Ketika Uskup Corbinianus mengetahui niat buruk dari Pangeran Grimoaldus untuk menikahi seorang janda dari saudaranya yang bernama Biltrudis, ia sangat menentang pernikahan tersebut. Pangeran Grimoaldus dan Biltrudis pun bersekongkol untuk membunuh Bapa Uskup. Umat yang mencintai Bapa Uskup, menyarankan Corbinianus untuk menyelamatkan diri ke Merano, Italia. Corbinianus pun tinggal disana sampai Pangeran Grimoaldus meninggal dunia dalam sebuah pertempuran dan Biltrudis menjadi tawanan. 

Setelah posisi pangeran digantikan oleh Pangeran Huebert, Uskup Corbinianus diminta untuk kembali ke Bavaria dan melanjutkan karya apostoliknya. Uskup Corbinianus pun melayani di Freising, Bavaria sampai ia meninggal dunia ditahun 730.

Leave a comment