
Pamphilus lahir sekitar pada tahun 240 di Berytus, Phionicia (Beirut, Libanon) dan berasal dari keluarga yang kaya raya. Ia memiliki minat dan bakat dalam masalah-masalah sekular di Berytus, sambil meneruskan pendidikan Teologi di Sekolah Kateketik yang terkenal di Alexandria. Ia dibimbing oleh Origenes dan kemudian digantikan oleh Pierus. Lalu, Pamphilus pergi ke Kaisarea dan ia ditahbiskan menjadi imam oleh Uskup Agapius.
Selain melayani sebagai seorang imam, Pamphilus juga seorang dosen, ekseget dan pengumpul buku-buku yang bernilai tinggi. Dengan buku-buku yang berhasil ia kumpulkan, Pamphilus mengorganisir perpustakaan besar milik Origenes dan perpustakaan ini sangat berguna bagi semua studi mengenai gereja. Selain itu, dengan kealihannya di bidang teologi dan Kitab Suci, Pamphilus membimbing sebuah kelompok pelajar dalam bidang yang sama dan salah satu muridnya yang terkenal adalah Santo Eusebius atau yang dikenal “Bapa Sejarah Gereja.” Namun, sayangnya perpustakaan ini dirusak oleh orang-orang Arab saat menduduki Palestina pada abad ke 7.
Kira-kira antara tahun 307-308, Pamphilus ditangkap dan dimasukkan kedalam penjara karena imannya. Lalu, Pamphilus meninggal dunia sebagai martir dengan cara dipenggal kepalanya diantara tahun 309-310 di Alexandria, Mesir.
