Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Santo Pius X, Paus (21 Agustus)

Saint Pope Pius X : Catholic Lane

Giuseppe Sarto lahir 2 Juni 1835 di Riese, Italia. Ia adalah anak kedua dari 8 bersaudara. Ayahnya bekerja sebagai pegawai pos. Dalam keluarga, Giuseppe mempunyai nama panggilan masa kecil yaitu Beppi. Kedua orang tuanya selalu mengajarkan cinta kasih kepada Yesus dan gerejaNya kepada 8 anaknya. Karena didikan iman dari orangtuanya, maka Giuseppe ingin membawa lebih banyak lagi orang masuk ke dalam surga dan ia juga ingin menjadi seorang imam. Kedua orangtuanya pun harus berkorban banyak agar Giuseppe bisa masuk seminari. Pengorbanan orangtuanya itu, Giuseppe rela berjalan jarak jauh sekalipun tanpa memakai sepatu, agar sepatunya yang satu-satunya itu tidak cepat rusak.

Setelah berjuang begitu lama, akhirnya pada usia 23 tahun, Giuseppe ditahbiskan menjadi seorang imam dan ia sering dipanggil dengan sebutan Don Sarto. Lalu, ia diutus untuk melayani di paroki-paroki miskin selama 17 tahun. Karena kebaikan hatinya, Don Sarto memberikan semua harta miliknya, termasuk semua pakaiannya untuk membantu mereka yang membutuhkan. Bahkan, sampai saudara perempuannya terpaksa harus menyembunyikan pakaian Don Sarto agar ia masih mempunyai sesuatu untuk dikenakan. 

Setelah itu, Don Sarto ditahbiskan menjadi Uskup Mentua dan diangkat menjadi Kardinal. Ia masih dengan kebiasaannya yang sama yaitu membagi-bagikan pakaiannya untuk orang yang lebih membutuhkan, sampai ia tidak mempunyai apa-apa pun untuk dirinya sendiri.

Paus Pius X | Pio x, Imagens católicas, Imagens religiosas

Ketika Paus Leo XIII meninggal dunia pada tahun 1903, Kardinal Sarto ditahbiskan menjadi Paus Gereja Katolik yang ke 257 dengan memakai nama Paus Pius X. Paus Pius X dikenal sebagai Paus yang mempunyai kasih berlobar-kobar terhadap Ekaristi. Ia menyarankan umatnya untuk menerima Komuni Kudus sesering mungkin, bahkan setiap hari. Paus Pius X juga menetapkan dan mengizinkan anak-anak untuk menerima Komuni Kudus karena ia percaya bahwa setiap orang yang menerima Tubuh Kristus akan menerima kekuatan yang diperlukan untuk melakukan sesuatu demi Yesus.

Selain itu, Paus Pius X juga percaya teguh dan sangat mencintai iman Katolik. Ia sangat memperhatikan kebutuhan rohani umatnya. Maka dari itu, ia sangat menuntun juga para imam dan katekis, agar membantu umatnya untuk lebih mengenal iman mereka. Paus Pius X mengarahkan banyak upaya untuk memperbaharui liturgi gereja lewat musik-musik sakral dalam gereja. Ia mulai memperkenalkan musik-musik Gregorian pada setiap paroki. Ia juga menyarankan untuk menggunakan liturgi musik modern dan merevisi ibadat harian gereja. 

Ketika Perang Dunia I terjadi, Paus Pius X mengalami banyak penderitaan, ditambah lagi dengan banyaknya orang yang terbunuh. Ia mengatakan, “Aku akan dengan senang hati menyerahkan nyawaku demi menyelamatkan anak-anakku yang malang dari penderitaan yang mengerikan ini.”

Sebelum meninggal dunia, Paus Pius X menuliskan wasiatnya, “Saya dilahirkan miskin, saya hidup miskin, saya berharap mati miskin.” Kemudian, Paus Pius X divenerasi 3 September 1950, dibeatifikasi 3 Juni 1951 dan dikanonisasi 29 Mei 1954 oleh Paus Pius XII.

Leave a comment