
Vinsensius lahir pada tanggal 24 April 1581 di Pouy, Provinsi Guyenne, Gascony, Perancis. Keluarganya adalah keluarga petani yang sangat miskin. Vinsensius mempunyai 4 saudara laki-laki dan 2 saudara perempuan. Sejak masih muda, Vinsensius sudah menunjukkan bakatnya dalam hal menulis dan membaca. Lalu, untuk menyekolahkan Vinsensius yang sudah berusia 15 tahun saat itu, ayahnya pun menjual sapi miliknya.
Vinsesius belajar ilmu humaniora di Dax, Perancis dan lulus dibidang teologi di Toulouse, Perancis. Kemudian, Vinsensius ditahbiskan menjadi imam pada tahun 1600 ketika usianya masih 19 tahun. Lalu, ditahun 1605, Vinsensius kembali berlayar ke Marseille. Tetapi, kapalnya dibajak dan ia ditangkap oleh bajak laut. Ia dibawa oleh bajak laut itu sampai ke Tunisia. Disana Vinsensius dijual sebagai budak selama 2 tahun.
Visensius pun dibeli oleh seorang Kristen yang sudah murtad. Dengan bantuan istri majikannya, Vinsensius bersama para budak lainnya bisa melarikan diri dari rumah tersebut. Vinsensius pun berhasil melarikan diri pada tahun 1607 dan ia memutuskan untuk kembali ke Perancis, sebelum akhirnya ia pergi ke Roma untuk melanjutkan pendidikannya ditahun 1609.
Setelah kembali ke Perancis, Vinsensius diberi tugas sebagai seorang pengajar bagi anak-anak orang kaya. Hidupnya terjamin dan aman saat itu. Sampai suatu hari, Vinsensius diutus untuk memberikan Sakramen terakhir kepada seorang petani yang sudah mau mendekati ajalnya. Dihadapan banyak orang, petani itu mengakui semua dosa-dosa beratnya selama ini. Kejadian tersebut telah membuat Vinsensius menyadari akan kebutuhan rohani kaum fakir miskin di Perancis. Ketika Vinsensius mulai berkhotbah, banyak orang pun datang berduyun-duyun untuk mendengarkannya.

Melihat keadaan tersebut, Vinsensius pun memutuskan untuk mendirikan sebuah kongregasi imam baru yang melayani para fakir miskin dan kongregasi ini diberi nama Kongregasi Misi (Vincentian / Lazarites / Lazarists / Lazarians). Karya amal yang dilakukan Vinsensius sangat banyak, seolah rasanya tidak mungkin jika seseorang bisa melakukan pelayanan sebanyak itu. Selain itu, Vinsensius juga melayani para narapidana yang bekerja di kapal-kapal pelayaran.
Kemudian, bersama dengan Santa Louise de Marillac, mereka mendirikan sebuah kongregasi suster yang disebut dengan Suster-Suster Puteri Kasih / PK. Ia juga mendirikan rumah sakit, wisma untuk anak yatim piatu dan untuk lansia. Semua uang yang ia kumpulkan, ia sumbangkan ke daerah-daerah miskin dan mengirim para misionarisnya ke berbagai negara.
Walaupun, Vinsensius terlihat sangat murah hati, ia dengan rendah hati mengakui bahwa, sikap aslinya tidaklah seperti itu. Vinsensius berkata, “Jika bukan karena kasih karunia Tuhan, aku ini seorang yang keras, kasar serta mudah marah.” Lalu, Vinsensius de Paul meninggal dunia di Paris, Perancis pada tanggal 27 September 1660. Ia mendapatkan beatifikasi dari Paus Benediktus XIII pada tanggal 13 Agustus 1729 dan dikanonisasi 16 Juni 1737 oleh Paus Klemens XII.
