Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Santo Yohanes dari Kanty, Pengaku Iman (23 Desember)

December 23, 2018 – AnaStpaul

Yohanes lahir pada tanggal 23 Juni 1390 di Kanty, Silesia, Polandia. Karena kecerdasannya, Yohanes dikirim untuk belajar di Universitas Krakow. Ia mencapai keberhasilan dalam studinya sampai ia mendapatkan gelar sarjana dan gelar doktor. Walaupun, ia mencapai kemuliaan didunia, Yohanes tidak mengabaikan panggilannya untuk masuk seminari sebagai calon imam. 

Setelah masuk biara, Yohanes tidak hanya menjadi seorang imam, tetapi ia juga menjadi seorang profesor dan pengkhotbah. Ia juga dikenal mempunyai kasih yang besar terhadap orang-orang miskin. Pernah dikisahkan, ketika ia sedang makan di ruang makan universitas, ia melihat seorang pengemis yang melintasi di jendela. Lalu, Yohanes segera berdiri dari kursinya dan membawa pengemis itu makan malam bersamanya.

Sebagian biarawan merasa iri dengan keberhasilan Yohanes sebagai profesor dan pengkhotbah. Lalu, mereka berhasil membuat Yohanes dipindahkan ke sebuah paroki terpencil yang letaknya sangat jauh. Meskipun tugas ini tidak mudah, Yohanes tidak menyerah untuk tetap melayani di paroki tersebut dengan sepenuh hati. Beberapa tahun berkarya disana, membuat Yohanes sangat dikasihi oleh umatnya. 

Katakombe.Org - Santo Yohanes dari Kanty

Ketika Yohanes dipanggil kembali ke universitas, umatnya mengantar Yohanes kembali sampai setengah perjalanan. Umatnya merasa sedih karena akan berpisah dengan pastor paroki mereka, tetapi Yohanes berkata kepada umatnya, “Kesedihan ini tidak menyenangkan Tuhan. Jika aku telah melakukan sesuatu yang baik bagi kalian sepanjang tahun-tahun ini, marilah menyanyikan sebuah lagu sukacita.”   

Setibanya di Krakow, Yohanes mengajar kelas Kitab Suci dan ia menjadi seorang guru yang sangat populer. Yohanes sering diundang ke rumah-rumah para bangsawan. Dibalik kepopulerannya, Yohanes tetap baik dan rendah hati dengan memberikan semua yang ia miliki kepada orang miskin sampai diakhir hidupnya.

Ketika Yohanes sudah berada diujung maut, Yohanes berkata untuk menghibur orang-orang yang sedang menangisinya, katanya, “Janganlah khawatir dengan tubuh yang akan binasa ini. Tetapi, pikirkanlah jiwa yang akan segera meninggalkannya.” Kemudian, Yohanes pun meninggal dunia 24 Desember 1473 diusia 83 tahun. Jenazahnya pun dimakamkan di Gereja Santa Anna, Krakow, Polandia. Lalu, Yohanes dari Kanty dibeatifikasi 28 Maret 1676 oleh Paus Klemens X dan dikanonisasi 16 Juli 1767 oleh Paus Klemens XIII. Sampai sekarang, makamnya masih menjadi lokasi ziarah yang terkenal di Polandia. 

Leave a comment