
Yosef lahir 11 September 1556 di kastil ayahnya yang berada di Peralta, Barbastro, Aragon, Spanyol. Ia adalah anak bungsu dari 5 bersaudara dan berasal dari keluarga bangsawan. Ayahnya bernama Don Pedro Calasanz dan ibunya bernama Donna Maria Gastonia. Ketika Yosef masih sekolah ibu dan kakaknya meninggal dunia. Ayahnya ingin Yosef menjadi seorang pengacara atau mempunyai karir dibidang militer, lalu menikah dan bisa meneruskan nama keluarga Calasanz. Akan tetapi, Yosef mempunyai panggilan rohani yang kuat dalam hatinya untuk menjadi seorang imam.
Kemudian, Yosef pun belajar ilmu teologi dan diusia 28 tahun, ia ditahbiskan menjadi seorang imam. Sebagai seorang imam, Yosef menjalani tugas perutusannya dengan baik. Namun, dalam hatinya ia merasa Tuhan memanggilnya untuk berkarya demi anak-anak miskin di Roma.

Karena taat pada panggilan Tuhan, maka Yosef pun meninggalkan segala yang ia miliki di Spanyol dan berangkat ke Roma. Disana hatinya tergerak oleh belas kasihan, karena melihat anak-anak yatim piatu dan anak-anak gelandangan yang ada di Roma. Lalu, ia mulai mengumpulkan anak-anak yang terlantar itu dan mengajarkan mereka pelajaran umum, termasuk pengenalan akan iman. Lambat laun, banyak juga imam lainnya yang bergabung dengan Yosef untuk mengajar anak-anak yang terlantar. Kemudian, seiring berjalannya waktu, Yosef mendirikan sebuah ordo religius baru yang bernama Ordo Imam-Imam Piarist. Walaupun Yosef menjadi pemimpin ordo religiusnya yang baru, Yosef tidak berhenti mengajar anak-anak. Bahkan, Yosef juga menyapu lantai ruang kelas dan mengantarkan anak-anaknya pulang ke rumah.

Dibalik semua pelayanannya yang luar biasa, Yosef juga mengalami penderitaan dan masalah karena ada beberapa orang yang ingin mengambil alih ordonya. Ia sempat diarak berkeliling kota, seperti seorang tahanan, bahkan ia hampir dijebloskan ke dalam penjara meskipun Yosef tidak melakukan kesalahan apapun.
Ketika diusia 90 tahun, Yosef mendapatkan berita bahwa ordonya dilarang berkarya lagi di Roma. Dengan tenang dan ikhlas, Yosef berkata, “Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil, terpujilah nama-Nya. Karyaku diselenggarakan semata-mata karena cinta kepada Tuhan.” Lalu, Yosef meninggal dunia ditahun 1648 diusia 92 tahun di Roma, Italia. Beberapa tahun setelah kematiannya, Ordo Imam-Imam Piarist kembali mendapatkan izin untuk melanjutkan karya mereka yang luar biasa. Karena itu, Yosef dari Calasanz dibeatifikasi 18 Agustus 1748 oleh Paus Benediktus XIV dan dikanonisasi tahun 1767 oleh Paus Klemens XIII.
