
Veridiana lahir pada tahun 1182 di Castelfiorentino, Florence, Italia dan berasal dari keluarga bangsawan. Sejak kecil, Veridiana sudah menunjukkan sikap yang murah hati dan peduli kepada sesama. Namun, ia baru sungguh-sungguh menjawab panggilan Tuhan ketika ia sudah beranjak dewasa.
Ketika Veridiana berusia 26 tahun, ia berziarah ke Katedral Santiago de Compostela di Spanyol. Perjalanan ziarah yang panjang ini telah memberikan dampak positif terhadap perkembangan spiritual Veridiana. Setelah kembali ke tanah air, Veridiana memutuskan untuk meninggalkan kehidupan duniawi dan menjalani sisa hidupnya sebagai seorang pertapa wanita dan mempersembahkan seluruh hidupnya hanya bagi Tuhan Yesus. Lalu, Veridiana mendirikan sel pertapaannya disamping Kapel Santo Antonius Padua. Ia tinggal disana selama 34 tahun, hidup dalam doa dan matiraga yang dibimbing oleh para biarawan Ordo Benediktin Vallumbrosan (OSB.Vall).

Setiap hari, banyak orang yang datang mengunjungi pertapaan Veridiana. Lewat jendela kecil, Veridiana berbicara dengan mereka dan menerima sedekah makanan yang diberikan oleh para tamunya. Selain itu, dilaporkan juga banyaknya mujizat terjadi ketika para tamunya berdoa bersamanya. Hal ini membuat sel pertapaannya semakin banyak dikunjungi.
Ketika sedang terjadi bencana kelaparan di Castelfiorentino, paman Veridiana menjual kacang polong hasil panen keluarganya dengan harga tinggi. Namun, saat ada pembeli yang ingin mengambil kacang polong itu, tiba-tiba gudang penyimpanannya sudah kosong karena Veridiana membagi-bagikannya kepada mereka yang menderita. Paman Veridiana meminta pertanggung jawaban Veridiana dengan mengganti persediaan kacang polong hanya dalam waktu 24 jam saja. Keesokan harinya, betapa terkejutnya paman Veridiana dan pembeli itu melihat gudang penyimpanan sudah penuh dengan kacang polong.
Veridiana meninggal dunia pada tahun 1242 di sel pertapaannya, Florence, Italia ketika Veridiana sedang tenggelam dalam doa hariannya. Sebuah tradisi lokal menceritakan, bahwa ketika jiwa Veridiana meninggalkan dunia ini, seluruh lonceng gereja di Castelfiorentino berdentang dengan sendirinya, seakan menggiring kembali jiwa Veridiana kembali ke surga.
Dalam proses kanonisasinya yang baru saja dibuka 3 abad kemudian, Ordo Benediktin, Ordo Fransiskan dan Ordo Dominikan sama-sama mengklaim bahwa, Veridiana adalah biarawati atau anggota ordo kedua mereka. Ordo Fransiskan menyebutkan, bahwa pada tahun 1211, Santo Fransiskus Asisi sempat mengunjungi pertapaan Veridiana dan mentahbiskannya menjadi biarawati Fransiskan. Ordo Dominikan juga mengklaim hal yang sama berdasarkan buku catatan kecil dalam riwayat Veridiana. Akan tetapi, dari semua klaim itu, hanya ada 1 kebenaran yang bisa dipastikan, yaitu Veridiana adalah seorang pertapa wanita yang tinggal didalam sel pertapaan yang ia dirikan sendiri selama 34 tahun. Lalu, pada tahun 1533 Veridiana dikanonisasi oleh Paus Klemens VII.
Gereja Katolik menghormatinya setiap tanggal 16 Februari dan ada beberapa kalender yang menghormatinya pada tanggal 1 Februari.
