Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Santo Andreas Fournet, Pengaku Iman (13 Mei)

HAGIOPEDIA: San ANDRÉS HUBERTO FOURNET. (1752 - 1834).

Andreas Fournet lahir 6 Desember 1752 di Maille, dekat Pointers, Perancis. Kedua orangtuanya adalah sepasang suami-istri yang hidup saleh. Ibu Andreas sangat mendambakan agar Andreas kelak menjadi seorang imam. Namun, saat itu, Andreas berkata,Aku seorang anak yang baik, tetapi, tetap saja aku tidak mau menjadi seorang imam atau pun biarawan.”

Ketika sudah dewasa, Andreas pergi ke Pointers untuk menjalani pendidikan di perguruan tinggi. Namun, sebagian waktunya ia habiskan untuk bersenang-senang. Lalu, ibunya datang untuk menyusul Andreas, serta menawarkan beberapa pekerjaan untuk anaknya. Akan tetapi, Andreas selalu tidak berhasil mendapatkan pekerjaan. Ibunya pun mulai bingung dan berpikir untuk mengirim Andreas ke tempat pamannya yang adalah seorang imam. 

Setelah berbicara dengan Andreas, diluar dugaan Andreas justru setuju untuk tinggal bersama pamannya yang adalah seorang imam. Selama tinggal bersama pamannya, Andreas dibimbing dengan sangat baik, sampai Andreas mulai bersikap lebih tenang dan mulai rajin belajar untuk mengejar ketinggalannya. Setelah lulus dari pendidikannya, Andreas pun ditahbiskan menjadi imam yang ditugaskan di paroki pamannya.

Kemudian, ditahun 1781, Andreas ditugaskan untuk melayani di Maille. Ibunya yang mendengar kabar anaknya yang sudah menjadi imam, ia merasa sangat senang. Andreas pun dikenal sebagai seorangi imam yang penuh belas kasih dan tekun dalam doa.

Caminho Neocatecumenal Comunidade Um: Santo André Humberto Fournet

Ketika terjadi Revolusi Perancis, Andreas menolak untuk menentang gereja. Karena itu, Andreas pun menjadi buron dan ia melarikan diri ke Spanyol pada tahun 1792. Ia tinggal di Spanyol selama 5 tahun. Ditengah rasa cemas dan khawatir, Andreas tetap menjalani tugasnya sebagai seorang imam, seperti memberikan Sakramen Ekaristi, Sakramen Tobat, Sakramen Terakhir dan lainnya dengan bantuan umatnya yang menyembunyikan keberadaannya.

Setelah Revolusi Perancis selesai, Andreas keluar dari persembunyiannya dan tetap melayani umatnya seperti biasa. Ia selalu mendorong umatnya untuk mencintai dan melayani Tuhan. Disana Andreas juga bertemu dengan Santa Elisabet Bichier des Ages dan mereka bekerja sama membentuk suatu kongregasi baru yang diberi nama Kongregasi Puteri-Puteri Salib.

Andreas Fournet meninggal dunia 13 Mei 1834 diusia 82 tahun dan dikanonisasi 4 Juni 1933 oleh Paus Pius XI.

Leave a comment