Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Santo Filipus Neri, Pengaku Iman (26 Mei)

São Felipe Neri – O Santo da Alegria – Aliança de Misericórdia

Filipus lahir 22 Juli 1515 di Florence, Italia. Ayahnya adalah seorang notaris yang bernama Fransiskus Neri. Walaupun mereka berasal dari keluarga bangsawan, mereka hidup dalam kemiskinan. Sejak kecil, kehadiran Filipus sudah membawa kesembuhan dan sukacita bagi orang yang berduka.

Ditahun 1533 ketika usianya 18 tahun, Filipus dikirim ke San Germano oleh saudaranya untuk belajar berdagang. Tetapi, Filipus malah lebih suka menghabiskan waktunya untuk berdoa di kapel yang ada diatas bukit. Saat ia sedang berdoa, Filipus mendapatkan penglihatan yang mengarahkannya untuk merasul di Roma. Setelah itu, Filipus pun meninggalkan keluarganya dan pergi ke Roma. Disana ia belajar Filsafat dan Teologi selama 3 tahun.

Suatu hari ditahun 1544, menjelang hari raya Pentakosta, Filipus sedang berlutut dan berdoa memohon karunia-karunia Roh Kudus di Katakombe St.Sebastianus. Tiba-tiba muncullah sebuah bola api dan secepat kilat masuk ke mulutnya. Bola api itu meluncur kedalam hatinya. Filipus merasa hatinya membesar, tetapi tidak terasa sakit sama sekali. Sejak itu, setiap kali Filipus sedang mengalami persatuan dengan Tuhan, hatinya akan berdebar kencang dan seluruh tubuhnya akan bergetar. Saat itu terjadi, Filipus berdoa agar Tuhan mengendalikan hasratnya atau menghembaskan tubuhnya yang panas ke salju.

Kemudian, ditahun 1548, Filipus membentuk sebuah komunitas yang diberi nama Persaudaraan Tritunggal Mahakudus. Komunitas ini beranggotakan kaum awam yang menawarkan bantuan untuk para peziarah yang datang ke Roma. Organisasi ini berjalan baik dan berubah menjadi rumah sakit Santa Trinita dei Pellegrini yang terkenal di Roma. Karena merasa adanya panggilan kuat untuk menjadi seorang imam, maka Filipus masuk biara dan ditahbiskan pada tahun 1551. Setelah menjadi imam, Filipus ditugaskan di Gereja San Girolamo.

SAN FELIPE NERI, ORACIÓN AL SANTO PATRONO DE LA ALEGRÍA PARA SANAR DE ...

Filipus dikenal sebagai seorang imam yang spontan, sulit ditebak, menyenangkan dan penuh humor. Ia selalu melihat sisi baik dari setiap peristiwa, entah itu peristiwa senang atau sedih. Untuk pertumbuhan rohani umatnya, Filipus menyediakan waktu untuk umatnya dengan selalu memberikan nasehat-nasehat. Ia juga menjadi bapa pengakuan yang pandai membaca isi hati seseorang, serta memberikan penitensi yang berguna bagi umatnya agar dapat bertobat dari dosa-dosanya. Selain itu, Filipus juga mengatasi kelemahan umatnya dengan membuat mereka tertawa. 

Sukacita Filipus juga telah menarik perhatian para kaum muda. Filipus mengadakan kegiatan rohani seperti doa, misa, pendalaman iman, diskusi dan paduan suara. Ia juga mengadakan kunjungan ke 7 gereja di Roma. Disetiap kunjungan gerejanya, Filipus mengajak umat gereja untuk berdoa, berdevosi, menyanyi, menari dan berpiknik bersama yang dihadiri kurang lebih 6.000 orang.

San Felipe Neri. Santo del día 26 de mayo

Karena jumlah kaum muda semakin banyak yang ingin bergabung dengannya, maka Filipus membentuk sebuah kongregasi baru yang diberi nama Kongregasi Oratorian, yang diambil dari bahasa Latin “ora” berarti berdoa atau dalam bahasa Inggris “oratory” berarti tempat berdoa. Filipus dan Oratorian segera menjadi pusat kehidupan beriman di Roma.

Namun, beberapa penguasa gereja merasa iri dengan karya Filipus dan itu menjadi tantangannya dalam melayani. Tetapi, Filipus menghadapinya dengan humor, kerendahan hati dan ketaatan. Sampai akhirnya pada tahun 1575, Paus Gregorius XIII telah meresmikan Kongregasi Oratorian, maka Filipus dan Oratorian bisa melanjutkan karya mereka lagi. Bahkan, mereka dihadiahi Gereja Santa Maria dari Vallicella atau sekarang disebut Chiesa Nuova (gereja baru).

Suatu hari, datanglah seseorang yang kesulitan menghentikan kebiasaan buruknya yaitu bergosip dan menceritakan keburukan orang lain. Lalu, Filipus menyuruh orang itu naik keatas atap sambil membawa sebuah tas besar yang berisi bulu burung. Kemudian, Filipus meminta orang itu untuk menggoncangkan tas besar itu, sehingga semua bulu-bulu burung itu keluaran dan bertebangan menyebar keseluruh kota. Melihat kejadian itu, Filipus berkata, “Kata-kata yang jahat sama seperti bulu-bulu itu. Begitu keluar dari tas, mereka menyebar ke segala penjuru kota dan tidak pernah bisa ditarik kembali”

Diceritakan juga, ada salah satu muridnya yang bertanya pada Filipus mengenai silih tobat. Murid itu mengetahui salah satu silih tobat adalah dengan mengenakan baju kasar sebagai simbol dosa yang berat. Filipus menyarankan agar muridnya itu memakai baju kasar itu diluar kemejanya. Akibat dari saran itu, murid itu pun diperolok dan ditertawakan oleh orang-orang disekitarnya. Dari kejadian itu, murid itu menyadari dan bersyukur bahwa silih tobat itu telah mengajarinya arti penderitaan serta mampu mengubah hidupnya.

Diceritakan lagi, ada seorang pemuda bangsawan yang mendadak meninggal dunia. Ibunya menangis karena anaknya belum menerima Sakramen Tobat dan Sakramen Pengurapan Orang Sakit, serta memohon bantuan doa dari Filipus. Lalu, Filipus mendekati jenazah pemuda itu dan memegang tangannya sambil berkata, “Paulo, Paulo!” Tiba-tiba pemuda itu terbangun selama 30 menit dan Filipus memberikannya 2 sakramen yang dibutuhkan untuk ketenangan pemuda itu menuju surga.

Stream 26 maggio: San Filippo Neri (1515–1595) by www.gbopera.it ...

Walaupun, Tuhan melakukan banyak mujizat melalui Filipus, Filipus tidak ingin dikenal sebagai orang yang kudus. Dengan kerendahan hatinya, ia ingin terlihat bodoh dengan lelucon-lelucon yang ia lakukan, entah dari penampilan ataupun perkataannya. Ia ingin semua orang lupa bahwa ia adalah orang kudus.

Kepada para pengikutnya, Filipus sering berkata, “Bersukacitalah senantiasa, karena sukacita adalah jalan untuk berkembang dalam kebajikan” Meskipun Filipus memiliki selera humor yang tinggi, ia tetap serius menjalani hidup doanya. Filipus juga dengan mudah mengalami ekstase saat berdoa dan waktunya dihabiskan untuk berdoa berjam-jam. Jika ada yang bertanya padanya bagaimana cara berdoa, Filipus menjawab, “Rendah hati serta taat, maka Roh Kudus akan membimbingmu.”

Setelah menderita sakit cukup lama, Filipus pun tutup usia 26 Mei 1595 diusia 80 tahun di Vallicella, Italia. Jenazahnya pun dimakamkan di Chiesa Nuova dan seluruh kota Roma berduka atas kepergian Filipus Neri. Atas semua karyanya yang luar biasa bagi kota Roma, maka Paus menobatkan Filipus Neri sebagai Rasul Roma kedua setelah Santo Petrus. Lalu, Filipus dibeatifikasi 11 Mei 1615 oleh Paus Paulus V dan dikanonisasi 12 Maret 1622 oleh Paus Gregorius XV.

Leave a comment