
Petrus lahir pada tahun 380 di sebuah kota kecil bernama Imola, Italia. Sejak kecil, Petrus sudah menyadari bahwa seseorang dianggap besar, jika bisa mengendalikan emosinya dan mengenakan semangat Kristus. Uskup Kornelius dari Imola pun membimbing Petrus serta mentahbiskannya menjadi seorang diakon.
Ketika Uskup Ravenna meninggal dunia, Paus Leo Agung menunjuk Petrus untuk menggantikannya sekitar pada tahun 433. Sebagai seorang uskup, Petrus berusaha dengan efektif untuk menghapus kekafiran di keuskupannya dan membantu umatnya untuk bertumbuh dalam iman.
Disisi lain, Petrus dikenal sebagai seorang pengkhotbah yang luar biasa dan orang-orang memanggilnya “Krisologus” yang artinya “perkataan emas”. Disetiap khotbahnya yang sederhana, ternyata kata-katanya itu membuat banyak orang terpukau, seperti lebih berharga daripada emas. Walaupun khotbahnya singkat dan tidak istimewa, kata-katanya itu mampu menyentuh setiap hati yang mendengarnya.
Dalam khotbahnya, Petrus selalu mengingatkan umatnya untuk menyambut Komuni Kudus sesering mungkin dan menyadari bahwa Tubuh Kristus adalah santapan jiwa setiap hari. Selain itu, ia juga mengusahakan persatuan perdamaian segenap anggota gereja Katolik serta mengajarkan bagi umat yang masih kebingungan dengan ajaran iman Katolik.
Petrus Krisologus meninggal dunia 2 Desember 450 di Imola, Italia. Oleh karena khotbah-khotbahnya yang luar biasa dan penuh pengajaran, maka pada tahun 1729, Petrus Krisologus diberi gelar Doktor Gereja oleh Paus Benediktus XIII.
