Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Santa Rafqa, Pengaku Iman (23 Maret)

Saint Rafqa (Rafka) | MaryPages | Catholic saints, Chaplet of st ...

Rafka Pietra Chobok, lahir di Himlaya, Lebanon pada tanggal 29 Juni 1832 yang bertepatan dengan Hari Raya Santo Petrus dan Paulus. Ia adalah anak tunggal dari Saber Mourad El Rayess dan Rafqa Gemayel. Pada 7 Juli 1832, Rafka dibaptis dengan nama Boutrossieh. Orangtuanya mengajarkan Rafka akan cinta kasih kepada Allah dan berdoa setiap hari. 

Ketika Rafka berusia 7 tahun, ibunya meninggal dunia. Lalu, pada tahun 1843, ayahnya mengalami masalah finansial, sehingga ayahnya memutuskan untuk mengirimkan Rafka bekerja sebagai pelayan selama 4 tahun di Damaskus, Syria. Sekembalinya ke rumah pada tahun 1847, ia mendapati bahwa ayahnya sudah menikah lagi. 

Ibu tirinya menginginkan Rafka menikah dengan saudara laki-lakinya, sedangkan bibinya ingin Rafka untuk menikahi anaknya yang merupakan sepupunya. Rafka memutuskan untuk tidak memilih dari kedua laki-laki tersebut, sehingga hal ini menimbulkan perdebatan diantara keluarganya.  Namun, ternyata Rafka memutuskan untuk menjadi seorang biarawati dan segera menuju biara Our Lady of Deliverance di Bikfaya. 

Ketika ia memasuki gereja biara, ia merasakan sukacita dan kebahagiaan yang mendalam. Saat ia memandang patung Bunda Maria Pembebasan, Rafka mendengar suara dari Tuhan yang berkata bahwa “Ia akan menjadi biarawati.”

Setelah 1 tahun menjalani masa postulan, ia mengucapkan kaul kongregasinya pada Hari Raya Santo Yosef yang jatuh pada tanggal 19 Maret 1861 dan 1 tahun kemudian, ia mengucapkan kaul pertamanya. Rafka kemudian bertugas sebagai pelayan dapur di sekolah Seminari Jesuit di Ghazir. Selain itu, Rafka juga meluangkan waktu luangnya untuk belajar bahasa Arab, kaligrafi, dan matematika. Ia juga membantu mengajar para gadis yang memiliki keinginan untuk bergabung di kongregasinya. Pada tahun 1863, Rafka melanjutkan tugasnya sebagai guru dan ia diutus untuk mengajar di Byblos. Selang 1 tahun kemudian ia pergi ke Ma’ad untuk mendirikan sekolah atas permintaan seorang warga biasa yang murah hati. 

Ketika tinggal di Ma’ad, kongregasinya sedang mengalami masalah, maka Rafka mencari bimbingan dari Tuhan. Ia pergi ke Gereja Santo Georgius dan berdoa memohon pertolonganNya. Disana Rafka kembali mendengarkan suara Tuhan yang lebih menegaskan lagi akan panggilannya. Lalu, ia bermimpi berjumpa dengan Santo Georgius, Santo Simon dan Santo Antonius Agung yang menuntunnya untuk bergabung dalam Ordo Maronit di Lebanon.

Berbekal dari pesan mimpi tersebut, Rafka pun berangkat ke Biara Maronit dan menjalani masa novisiatnya pada tanggal 12 Juli 1871 dan mengucapkan kaul pada tanggal 25 Agustus 1872. Kemudian, ia memilih nama suster Rafqa atau Rebecca yang ia ambil dari nama ibunya. Rafqa tinggal dan melayani di Biara Santo Simon dalam penuh ketaatan, kedisiplinan dan keheningan dalam doa. Kehidupan sederhana dan penuh pengorbanan inilah yang menjadikan Suster Rafqa sebagai teladan diantara para biarawati lainnya. 

Pada tahun 1885, bertepatan dengan Minggu pertama Rosario, Rafqa menyadari bahwa, selama ini kesehatannya selalu baik dan tidak pernah menderita sakit apapun. Ketika Rafqa pergi ke gereja untuk berdoa 7 Dekade Rosario, ia berdoa demikian kepada Tuhan, “Mengapa ya Allahku, Engkau menjauhkan diri dariku dan meninggalkanku. Engkau tidak pernah mengunjungiku dengan penyakit! Apakah mungkin Engkau telah meninggalkanku?” Setelah berdoa seperti itu, pada malam harinya, Rafqa mulai merasakan sakit kepala yang luar biasa, tetapi Rafqa tidak mau mengeluh karena ini adalah permintaannya yang dikabulkan Tuhan.

Kemudian, petinggi biara mengirim Rafqa ke Tripoli untuk mendapatkan perawatan medis. Setelah semua upaya pengobatan selama 2 tahun gagal, Rafqa dikirim ke Beirut untuk menjalani perawatan yang lain. Selama operasi dibagian matanya, Rafqa menolak untuk dibius. Karena itu, Rafqa mengalami rasa sakit yang luar biasa selama 12 tahun. Tetapi, ia tetap sabar dan tidak mengeluh serta berdoa dalam ucapan syukur atas karunia untuk berbagi dalam penderitaan Yesus.

Día de Santa Rafqa 23 de Marzo 2016 ~ Orden Libanesa Maronita ...

Pada tahun 1897, Ordo Maronit Lebanon membangun sebuah biara baru yang bernama Biara Santo Yosef al Dahr di Jrabta, Batroun. Rafqa bersama 5 biarawati lainnya dikirim ke biara tersebut yang dipimpin oleh suster Ursula Doumit. Lalu, pada tahun 1899 Rafqa mengalami kebutaan dan kelumpuhan. Ia hanya berbaring di tempat tidur sambil merajut kaus kaki. Diakhir masa hidupnya, Suster Ursula menanyakan kepada Rafqa apakah ia ingin melihat. Lalu Rafqa berdoa agar ia dapat melihat selama beberapa jam saja dan permintaannya dikabulkan secara ajaib oleh Tuhan. Setelah melewati masa sakit yang panjang, maka pada tanggal 23 Maret 1914, Rafqa pun menghembuskan nafas terakhirnya. 

Pada tanggal 11 Februari 1982, Paus Yohanes Paulus II menyatakan Rafqa sebagai Beata. Pada tanggal 10 Juni 2001, Beata Rafqa dinyatakan sebagai orang kudus oleh Paus yang sama di Vatikan. 

Leave a comment