
Hugo lahir pada tanggal 3 April 1053 di Chateauneuf, Dauphiné, Perancis. Cita-citanya adalah menjadi seorang rahib. Meskipun begitu, Hugo tetap patuh dan taat ketika Paus Gregorius VII mentahbiskannya menjadi uskup.

Sebagai seorang uskup, Hugo berusaha meluruskan kebiasaan dosa umat-umatnya dengan menetapkan rencana-rencana bijak yang sesuai dengan kebutuhan keuskupannya. Selain itu, Hugo juga rajin berdoa untuk memohon belas kasihan Tuhan bagi umatnya dengan sepenuh hati. Ia juga melakukan pola matiraga yang keras. Dalam waktu singkat, semakin banyak umat yang kembali ke pangkuan gereja, hanya sebagian besar dari para bangsawan yang masih menentangnya.
Meskipun begitu, Hugo tetap ingin menjadi rahib, maka ia pun mengundurkan diri dari posisinya sebagai uskup. Setelah disetujui, Hugo pun merasa damai bisa tinggal didalam biara. Akan tetapi, setelah 1 tahun lebih menjadi rahib, Paus memerintahkan Hugo untuk kembali ke Grenoble. Hugo hanya bisa taat dan lebih mementingkan untuk menyenangkan hati Tuhan daripada menyenangkan diri sendiri.

Pada tahun 1084, Hugo mendapatkan penglihatan dimana, Santo Bruno dan bersama 6 rahib berjalan dibawah 7 bintang dilangit yang bersinar terang. Ketika penglihatan itu menjadi nyata, Hugo menerima 7 rahib itu dalam keuskupannya dan menempatkan mereka ke dataran tinggi Alpine yang bersalju dan berbatu yang disebut Chartreuse. Ditempat inilah, Santo Bruno dan 6 rahibnya mendirikan sebuah ordo religius baru yang disebut Ordo Carthusian.
Walaupun Hugo mengalami sakit kepala dan gangguan pencernaan selama 40 tahun, ia tetap mengerjakan tugas-tugasnya dengan baik karena cintanya yang besar bagi umatnya. Selain itu, Hugo juga sering mengalami godaan untuk jatuh ke dalam dosa, namun ia tetap tekun berdoa agar tetap kuat imannya. Lalu, setelah berkarya sebagai uskup selama 52 tahun, Hugo meninggal dunia 1 April 1132 diusia 80 tahun. Kemudian, jenazahnya disemayamkan di Saint Mary’s Cathedral, Grenoble, Perancis. Relikuinya dihancurkan oleh kaum Protestan Huguenots pada abad ke 15. Hugo dari Grenoble dikanonisasi 22 April 1134 oleh Paus Innosensius II.
