
Paulus Miki lahir pada tahun 1562 di Tsunokuni, Jepang. Ia berasal dari keluarga bangsawan militer Jepang yang sudah menjadi Kristen. Ayahnya adalah seorang pemimpin militer yang bernama Miki Handayu. Kemudian, ketika sudah memasuki usia muda, Paulus Miki mulai merasakan adanya panggilan untuk hidup religius. Oleh karena itu, Paulus Miki masuk Biara Jesuit pada tahun 1580 dan dididik sebagai seorang katekis di kolese Jesuit Azuchi serta di Takatsuki. Paulus Miki pun dikenal sebagai penyebar Injil dan pengkhotbah yang luar biasa.
Sementara itu, misionaris di Jepang dimulai dari kedatangan Santo Fransiskus Xaverius pada tahun 1549. Walaupun Santo Fransiskus Xaverius meninggal dunia didekat pantai Cina, iman Kristiani di Jepang terus tumbuh. Sampai ditahun 1587, sudah lebih dari 200.000 orang Katolik dan para misionaris dari berbagai ordo religius yang berkarya di Jepang.
Lalu, pada tahun 1597, seorang penguasa Jepang bernama Hideyoshi mendengar hasutan dari seorang pedagang Spanyol. Pedagang itu membisikkan bahwa, para misionaris adalah pengkhianat bangsa Jepang dan akan membuat Jepang dikuasai oleh Spanyol serta Portugis. Hideyoshi pun menanggapi hasutan itu secara berlebihan, sehingga ia menangkap 26 orang misionaris yang ia anggap sebagai pengkhianat.
![[INDO] 🌟 SANTO PAULUS MIKI dan kawan-kawan | Martir | Dirayakan pada ...](https://i.ytimg.com/vi/pe4YsjjlR7A/oardefault.jpg?sqp=-oaymwEkCJUDENAFSFqQAgHyq4qpAxMIARUAAAAAJQAAyEI9AICiQ3gB&rs=AOn4CLBRw9YpfghZQuasfCURfFciMVfOlw)
Berikut adalah 25 nama misionaris yang ditangkap dan disiksa, selain Paulus Miki.
- Fransiskus dari Nagasaki (Seorang dokter yang berasal dari Kyoto dan ia juga menjadi seorang pengkhotbah. Setelah ia dan istrinya dibaptis, mereka tinggal didekat Biara OFM. Mereka melayani orang sakit tanpa meminta bayaran dan mmebawa para pasiennya kepada Kristus. Lalu, ia menjadi martir diusia 48 tahun).
- Fransiskus Kichi (Seorang tentara)
- Fransiskus Blanco (Seorang misionaris yang berasal dari Monterrey (Galacia, Spanyol). Ia datang ke Jepang bersama Santo Martinus dari Kenaikan dan ia dikenal sebagai pribadi yang pendiam, lembut serta jenius).
- Fransiskus dari Santo Mikael (Seorang misionaris dari Parrilla, Valladolid, Spanyol).
- Cosmas Takeya (Seorang pembuat pedang di Owari. Ia dibaptis dan menjadi katekis bersama Ordo Fransiskan (OFM) di Osaka).
- Petrus Sukejiro (Seorang pemuda dari Kyoto yang diutus oleh Pastor Organtino untuk mendampingi para martir ke Nagasaki).
- Mikael Kozaki (Seorang tukang kayu dan pembuat busur yang handal berusia 46 tahun dari Ise. Dengan kealihannya, ia mendirikan biara-biara dan gereja-gereja OFM di Kyoto dan Osaka).
- Yakobus Kisai (Seorang awam Serikat Yesus berusia 64 tahun yang berasal dari Okayama. Ia mempunyai devosi kepada Sengsara Yesus, serta dikenal sebagai pribadi yang lemah lembut dan hatinya penuh kedamaian. Ia bertugas untuk menyambut para tamu yang datang ke Serikat Yesus).
- Tomas Kozaki (Seorang putra dari Mikael Kozaki yang berusia 14 tahun. Ia adalah seorang anak desa yang mempunyai sifat kasar, namun berhati mulia, jujur, tegas serta mempunyai jiwa pengabdian yang kuat dalam melayani Tuhan. Ia tinggal di biara Fransiskan sampai dihari kemartirannya dan surat perpisahannya untuk ibunya menjadi salah satu relikui yang sangat berharga bagi umat Katolik Jepang).
- Paulus Ibaraki (Seorang pengkhotbah yang berasal dari keluarga samurai di Owari dan mereka tinggal dekat biara OFM. Ia hidup miskin, tetapi sering membantu orang lain yang lebih miskin darinya).
- Leo Karasumaru (Adik dari Paulus Ibaraki dan merupakan seorang katekis yang mempunyai semangat doa. Ia juga memberikan sumbangan besar kepada OFM dalam membangun gereja dan rumah sakit).
- Louis Ibaraki (Seorang remaja berusia 12 tahun dan ia merupakan keponakan dari Paulus Ibaraki dan juga Leo Karasumaru. Ia dikenal sebagai seseorang yang menyenangkan dan disayangi banyak orang. Ia tetap bernyanyi dan tertawa ketika telinga kirinya dipotong oleh serdadu. Meskipun disiksa, Louis tetap menunjukkan ketabahan dan kebesaran hatinya. Fransiskus Blanco menuliskan, “Ada Louis kecil bersama kita dan ia begitu penuh keberanian dan semangat yang mengharukan semua orang.”)
- Yohanes dari Goto (Seorang pemuda berusia 19 tahun. Ia bersekolah di Serikat Yesus di Osaka yang dibimbing oleh Pastor Morejon dan menjadi seorang katekis. Selain itu, ia juga membantu para misionaris dengan melukis dan bermain musik).
- Antonius Deyman (Seorang pemuda berusia 13 tahun dan berasal dari Nagasaki. Ia belajar di biara OFM Osaka. Hal yang paling menyedihkan hatinya adalah melihat ibunya menangis, namun Antonius tetap memadahkan lagu-lagu pujian).
- Petrus Baptista (Seorang pemimpin misi OFM (Saudara-Saudara Dina) yang berusia 50 tahun yang berasal dari Avila, Spanyol. Sebelumnya, ia dikenal sebagai duta besar Spanyol dengan sebutan Ayah bagi kaum lepra dan pemimpin rombongan para martir).
- Martinus dari Kenaikan (Seorang pemuda awam berusia 30 tahun dan berasal dari Guipuzcoa, Spanyol. Hatinya sangat suci dan menghabiskan waktunya dalam doa).
- Filipus dari Yesus (Seorang pemuda Meksiko berusia 24 tahun. Dulunya, ia mengadu kekuatannya dengan Kristus. Setelah Kristus menyatakan kemenangannya, Filipus menebus kesalahan masa lalunya dengan menjadi orang pertama yang menjadi martir).
- Gonzalo Garcia (Seorang katekis dari Serikat Yesus yang berusia 40 tahun dan berasal dari Bazain, India. Ia merupakan tangan kanan Petrus Baptista dan masuk sebagai kaum awam OFM. Ia juga dihormati sebagai pelindung kota Bombay oleh masyarakat India).
- Matias dari Miyako (Seseorang yang secara sukarela menjadi salah satu orang yang dicari untuk dieksekusi mati).
- Bonaventura dari Miyako (Seseorang yang sudah dibaptis sejak bayi. Namun, karena ibunya meninggal dunia, maka ia dikirim ke biara Budha oleh ibu tirinya. Ketika ia mengetahui pembaptisannya, Bonaventura pergi ke biara Fransiskan di Kyoto untuk mencari keterangan. Didalam biara, ia menemukan kedamaian hati dan memutuskan untuk menjadi pengikut Kristus. Saat menjelang hukuman mati, ia mendoakan pertobatan bagi kedua orangtuanya).
- Yoakim Sakakibara (Seseorang berusia 40 tahun yang berasal dari Osaka. Ketika sedang sakit, ia dibaptis oleh seorang katekis dan ia pun sembuh. Sebagai ucapan terima kasih, ia membantu pendirian biara OFM di Osaka dan menjadi juru masak disana).
- Tomas Dangi (Seorang penjual obat yang keras hati. Dengan rahmat Tuhan, ia menjadi seorang katekis yang lembut hati. Ia mendirikan toko obatnya disebelah biara OFM. Selain berjualan obat, ia juga menuntun para pembelinya kepada Kristus).
- Yohanes Kinuya (Seorang penenun dan pedagang kain sutra dari Kyoto. Ia memindahkan tokonya di sebelah biara OFM dan tewas sebagai martir diusia 28 tahun).
- Gabriel de Duisco (Seorang katekis berusia 19 tahun dari Ise dan merupakan anak didik Gonzalo Garcia).
- Paulus Suzuki (Seorang katekis pribumi Jepang berusia 49 tahun yang berasal dari Owari. Ia membantu melayani Misi Fransiskan dengan semangat pelayanan di rumah sakit Santo Yusuf di Kyoto).

Tepat ditanggal 5 Februari 1597, mereka semua dibawa ke tempat pelaksanaan hukuman mati diluar kota Nagasaki dengan diikat berbaris untuk dijadikan bahan tontonan. Sepanjang perjalanan mereka menyanyikan Te Deum. Lalu, mereka disalib dengan rantai tali besi dilehernya. Salib itu masing-masing ditancapkan pada lubang yang sudah digali. Kemudian mereka semua ditusuk dengan tombak dan meninggal dunia ditempat.
Paulus Miki yang sudah tergantung disalib, tidak berhenti berkhotbah untuk menyemangati iman umat Kristiani. Ia berhenti berkhotbah ketika sebuah tombak menembus dadanya. Pakaian para martir ini yang ternodai oleh darah, disimpan sebagai relikui yang sangat berarti bagi umat Kristiani Jepang.
Setelah itu, para martir Jepang ini dibeatifikasi 14 September 1627 oleh Paus Urbanus VIII dan dikanonisasi 8 Juni 1862 oleh Paus Pius IX.
