
Ingrid lahir sekitar tahun 1220 di Skanninge, Swedia dan berasal dari keluarga bangsawan. Kota kelahirannya merupakan sebuah kota yang makmur dan dibawah pimpinan keuskupan Linkoping, serta merupakan bagian dari jantung Kristen Swedia pada abad pertengahan. Karena budaya agama Katolik berkembang pesat di Swedia, maka hal itu membantu Ingrid untuk berkembang secara rohani. Ingrid pun dibaptis di gereja paroki setempat dan mendapatkan pendidikan yang bagus dan pengabdian yang kuat.
Ingrid pernah menikah muda, namun ia menjadi seorang janda pula diusia muda. Setelah itu, Ingrid melakukan perjalanan ziarah ke Yerusalem, Roma dan Santiago de Compostela pada tahun 1260. Ingrid secara serius untuk mengembangkan kehidupan rohaninya yang dibimbing oleh keuskupan Linkoping. Karena terinspirasi oleh semangat Ordo Dominikan, maka Ingrid bergabung dengan ordo tersebut pada tahun 1270.

Berkat pengalaman ziarahnya dan kesalehannya, Ingrid mampu menjadi seorang pemimpin biara untuk biara yang ia dirikan sendiri pada tahun 1281, serta menarik perhatian bagi orang lain untuk bergabung dengannya dalam biara. Selain melayani sebagai pemimpin biara, Ingrid sebagai biarawati Dominikan juga melayani dalam doa, pengajaran dan kegiatan amal kasih yang tetap diawasi oleh keuskupan Linkoping. Selain itu, Ingrid juga membantu para novis yang kurang mampu dan yang terpelajar. Pelayanannya juga termasuk dalam membina kehidupan para biarawati Dominikan di Swedia. Semua pelayanannya adalah bentuk panggilan ritus Romawi untuk berkhotbah dan melayani.
Ingrid juga fokus dalam pembentukan komunitas religius baru di Skanninge dan berhasil mendapatkan persetujuan dari Paus Roma. Karena karunia penyembuhan yang Ingrid lakukan, maka reputasinya pun semakin dikenal oleh orang banyak dan semakin banyak juga perempuan muda Swedia yang ingin bergabung dengan Ordo Dominikan.
Ingrid meninggal dunia 2 September 1282 diusia 62 tahun di Biara Skanninge. Ia meninggal dunia dengan tenang dikelilingi oleh para biarawatinya yang sangat berduka kehilangan Ingrid. Prosesi pemakamannya telah menarik perhatian banyak orang karena dilaporkan banyaknya mujizat yang terjadi disana. Saat ini, relikuinya masih ada di Gereja Biara Skanninge dan menjadi salah satu tempat ziarah yang terkenal.

Cerita mujizatnya yang paling terkenal adalah adanya mujizat kesembuhan dari seorang perempuan di Skanninge berkat doa-doa Ingrid dan mujizat kesembuhan ini disaksikan oleh keuskupan Linkoping saat itu. Kisah mujizat ini, sudah cukup menjadi bukti kesucian hidup Ingrid, sehingga ia dihormati sebagai orang kudus. Selain itu, penghormatan kepada Santa Ingrid dari Swedia juga didukung oleh kesalehan dan kepemimpinannya dalam biara yang luar biasa. Walaupun Santa Ingrid dari Swedia tidak mendapatkan kanonisasi resmi, kekudusan Santa Ingrid dari Swedia telah diakui oleh Gereja Perdana.
