Titus hidup dan lahir pada abad pertama. Ia bukan seorang Yahudi yang menjadi pengikut Kristus. Titus dikenal sebagai seseorang yang murah hati dan giat bekerja. Dengan sukacita, Titus mewartakan Injil bersama Santo Paulus dalam perjalanan kerasulannya. Dalam surat Paulus kepada Titus yang pertama, Santo Paulus menulis, “Anakku yang sah dalam Iman.” (Titus 1:4).
Karena Titus adalah orang yang bisa dipercaya, maka Santo Paulus mengutusnya dalam banyak misi komunitas-komunitas Kristiani. Disana, Titus banyak memperteguh iman kepada Yesus dan mendamaikan segala pertikaian yang terjadi diantara jemaat Kristiani. Dengan kemampuannya itu, Titus pun menyadari bahwa ia dikaruniai sebagai pembawa damai. Santo Paulus menghargai karunia Titus tersebut sebagai karya Roh Kudus. Karena itu, Santo Paulus sering mengutus Titus untuk mengatasi segala persoalan yang terjadi.
Ketika Titus sedang berada didalam suatu kelompok jemaat Kristiani, orang-orang yang bersalah akan menyesali perbuatan mereka dan mohon pengampunan serta memperbaiki yang telah mereka lakukan. Ketika perdamaian itu sudah tercapai, Titus selalu menyampaikannya kepada Santo Paulus.
Kemudian, Santo Paulus mentahbiskan Titus sebagai Uskup di Pulau Kreta dan ia berkarya disana sampai akhir hayatnya. Uskup Titus meninggal dunia pada tahun 96 di Goryna, Pulau Kreta, Yunani.
