
Yohanes Fisher lahir pada tahun 1469 di Yorkshire, Inggris. Lalu, ia belajar di Universitas Cambridge dan ditahbiskan menjadi imam. Ia juga menjadi pengajar di universitas yang sama. Fisher dikenal sebagai seorang guru dan teolog yang luar biasa bagi para murid, karena sangat membantu para murid untuk memperdalam imannya. Selain itu, ia juga mampu menjelaskan segala kebingungan dan kesalahan religius.
Pada tahun 1504, Fisher ditahbiskan menjadi Uskup Rochester, Inggris. Ia menggembalakan keuskupan yang miskin itu selama 30 tahun. Dengan jabatan yang baru, maka Fisher pun memiliki 2 peran penting yaitu, sebagai seorang uskup dan pemimpin Universitas Cambridge. Selain itu, Fisher juga menjadi bapa pengakuan ibu dari Raja Henry VIII yang bernama Elisabeth dari York.
.jpg)
Kemudian ditahun 1533 Raja Henry VIII ingin menceraikan istrinya yang bernama Ratu Katarina, agar ia bisa menikah dengan gadis bernama Anne Boylen. Karena perceraian adalah hal yang terlarang dalam Gereja Katolik, maka surat perceraian itu pun ditolak oleh Bapa Paus Roma. Raja Henry VIII yang mempunyai sifat keras kepala itu pun, memutuskan hubungan negara Inggris dengan Gereja Katolik Roma dan mengangkat dirinya sebagai Paus Gereja Inggris. Peristiwa ini menimbulkan pecahnya Reformasi Anglikan. Dengan demikian, para uskup di Inggris melegalkan gugatan perceraian Raja Henry VIII. Meskipun begitu, Uskup Fisher tetap menolak untuk bergabung dengan Gereja Anglikan. Ia tetap berpegang pada peraturan dan iman gereja Katolik Roma.
Raja Henry VIII menuntut semua rakyatnya untuk meninggalkan gereja Katolik Roma dan mengikuti peraturannya yang baru sebagai Paus Inggris. Karena Fisher menolak peermintaan raja, maka ia pun ditangkap dan dipenjarakan di Menara London, bersama dengan Santo Thomas More dan Santa Margaretha Pole. Menara itu pengap dan Uskup Fisher beserta 2 temannya mengalami penderitaan yang luar biasa dari penjaga menara yang kasar.
Tepat pada tanggal 12 Juni 1535, Uskup Fisher ditahbiskan menjadi Kardinal, dengan harapan agar Raja Henry VIII akan membebaskan Uskup Fisher. Namun, ternyata hal itu membuat Raja Henry VIII marah dan mengeksekusi Uskup Fisher 10 hari setelah menjabat sebagai Kardinal. Yohanes Fisher meninggal dunia sebagai martir dengan dipenggal kepalanya pada tanggal 22 Juni 1535 di Tower Hill,Tyburn, Inggris. Kepalanya digantung di London Bridge selama 2 minggu sebagai peringatan, lalu dibuang ke Sungai Thames. Sedangkan sisa-sisa relikuinya disemayamkan di Gereja Santo Petrus, Tower of London.
Kemudian, Yohanes Fisher, Santo Thomas More dan Santa Margaretha Pole dibeatifikasi bersama 29 Desember 1886 oleh Paus Leo XIII dan dikanonisasi pada tahun 1935 oleh Paus Pius XI.
