
Salvador Pladevall I Bien lahir pada bulan Desember 1520 di Rumah Sakit Santa Coloma de Ferners, Girona, Catalonia, Spanyol. Kedua orangtuanya bekerja sebagai pelayan. Ketika usianya 14 tahun, kedua orangtuanya meninggal dunia, lalu ia tinggal bersama saudarinya yang bernama Blasa. Untuk memenuhi kebutuhan mereka berdua, Salvador bekerja sebagai pembuat sepatu. Ketika Blasa sudah menikah, Salvador memutuskan untuk menjawab panggilan hidupnya sebagai biarawan.
Kemudian, Salvador memilih untuk masuk Biara Benediktin di Santa Maria de Monserrat, dekat kota Barcelona. Namun, karena merasa tidak cocok dengan regula biara yang ketat dan kontemplatif, akhirnya Salvador memilih untuk masuk Biara Fransiskan di Barcelona. Disana ia diterima dan mengikrarkan kaul sebagai bruder pada tahun 1542.
Kemudian, Bruder Salvador yang dikenal sebagai pribadi yang rendah hati ini, ditugaskan ke Biara Tortosa, di Tarragona Spanyol. Ia diberi tugas sebagai juru masak, meminta derma dan portir biara. Disisi lain, Bruder Salvador diberi karunia melakukan mujizat kesembuhan. Karena itu, ia pun dikenal sebagai biarawan penyembuh yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit hanya dengan berdoa.

Berita mujizat kesembuhan ini pun tersebar dan biara di Tarragona ramai dikunjungi peziarah yang mengharapkan penyembuhan ilahi. Setiap minggunya, biara di Tarragona dikunjungi hampir oleh 2000 peziarah. Karunia penyembuhan yang dimiliki Bruder Salvador membuat iri para atasannya dan mencurigai bahwa, Bruder Salvador telah bersekutu dengan kuasa gelap serta membentuk sebuah komisi khusus untuk mengawasinya. Selain itu, para atasan biara juga merasa terganggu dengan ramainya orang yang datang ke biara. Maka, Bruder Salvador pun dipindahkan dari satu biara ke biara lain.
Awalnya, ia dipindahkan ke biara di Bellpuig, lalu ke Leida. Pada tahun 1547-1559, Bruder Salvador dipindahkan ke Biara Fransiskan Santa Maria Ratu Para Malaikat di Desa Horta de Sant Joan. Walaupun ia disembunyikan, orang-orang tetap dapat menemukannya dan meminta kesembuhan ilahi darinya. Kemudian, Bruder Salvador dipindahkan lagi ke Biara Fransiskan di Reus, dan dipindahkan lagi ke kota Madrid. Mendengar Bruder Salvador berada di Madrid, semakin banyak orang yang datang mencarinya untuk disembuhkan, termasuk Raja Felipe II.

Pada tahun 1560, Bruder Salvador dibawa ke Tribunal Inkuisisi Spanyol untuk diselidiki mengenai karunia penyembuhannya tersebut. Setelah melalui penyelidikan, para hakim Inkuisisi tidak menemukan kesalahan atau penyimpangan, maka tuduhan terhadap Bruder Salvador pun dibatalkan.
Kemudian, ditahun 1565 Bruder Salvador dipindahkan ke biara di Cagliari, pulau Sardinia, yang saat itu masih menjadi wilayah Spanyol. Disana ia bertugas menjadi juru masak dan ia tetap menunjukkan kasihnya dengan mujizat-mujizat penyembuhan ilahi kepada para peziarah yang datang berkunjung. Bruder Salvador pun tutup usia di biara pada tanggal 18 Maret 1567.
Bruder Salvador pun telah melewati 2 kali proses beatifikasi. Yang pertama pada tanggal 5 Februari 1606 oleh Paus Paulus V dan yang kedua pada tanggal 29 Januari 1711 oleh Paus Klemens XI. Lalu, pada tahun 1758, relikui Beato Salvador dipindahkan ke kota Sassari, pulau Sardinia dan disemayamkan dibawah altar utama Gereja St. Rosalie. Beato Salvador pun dikanonisasi 17 April 1938 oleh Paus Pius XI.
