Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Santa Maria Alfonsina Ghattas, Pengaku Iman (25 Maret)

Marie-Alphonsine Danil Ghattas Facts for Kids

Maria Alfonsina Ghattas lahir 3 Oktober 1843 di Yerusalem, Israel dan berasal dari keluarga Katolik Yunani. Lalu ia dibaptis dengan nama Soultaneh Maryam Ghattas. Diusia 3 tahun, kedua orangtuanya meninggal dunia dan Maria pun dirawat oleh pamannya yang miskin.

Diusia 14 tahun, Maria memutuskan untuk masuk biara di Kongregasi St. Yoseph dari Penampakan yang didirikan oleh Santa Emilia de Vialar. Kemudian, ia mengucapkan kaulnya pada tahun 1862 dan memakai nama biara Maria Alfonsina. Setelah itu, ia diutus untuk mengajarkan katekese di Betlehem. Selain itu, disana ia juga membentuk sebuah komunitas doa yang menyebarluaskan devosi kepada Bunda Maria lewat doa Rosario.

Di Betlehem, Suster Maria beberapa kali mendapatkan penampakan Bunda Maria dengan pesan agar Suster Maria mendirikan sebuah kongregasi baru untuk para wanita di Palestina. Maka, pada tahun 1880 terbentuklah sebuah kongregasi kesusteran yang bernama Susteran dari Rosario (Sisters of Rosary) dan bersama dengan 7 wanita muda Palestina yang sudah terpilih, yang akan menjadi anggota perdana dari kongregasi ini. Setelah mendapatkan izin dari Tahkta Suci Roma, maka Suster Maria meninggalkan Kongregasi St. Yoseph dari Penampakan dan masuk menjadi bagian dari kongregasi yang baru. Selang 3 tahun kemudian, regula biara Susteran dari Rosario diresmikan oleh Uskup Pascal Appodia.

Pada tanggal 7 Maret 1885, bersama dengan 8 suster lainnya, Maria Alfonsina mengucapkan kaulnya di Susteran dari Rosario dihadapan Uskup Vincent Bracco. Bersama dengan kongregasi yang baru ini, Suster Maria Alfonsina mengabdikan dirinya untuk melayani kaum miskin dan mengembangkan pendidikan bagi umat Kristen di Palestina. Tahun 1886, ia mendirikan sebuah sekolah untuk anak perempuan Palestina di Beit Sahour. Lalu, ia bersama 3 suster lainnya,  diutus pelayanan ke 2 kota, yaitu kota Salt (Yordania) dan kota Nablus, serta yang terkahir kembali lagi ke Yerusalem karena alasan kesehatan. Setelah kesehatannya membaik, Suster Maria Alfonsina diutus ke Zababdeh.

Suster Maria Alfonsina tutup usia 25 Maret 1927 di kota kecil bernama Ein Karem dan saat ia meninggal dunia, saat itu bertepatan dengan Hari Raya Maria Menerima Kabar Gembira. Setelah meninggalnya Suster Maria Alfonsina, para suster Susteran dari Rosario melanjutkan karya kongregasi mereka dengan mengelola sekolah-sekolah, klinik dan panti asuhan diseluruh daerah Timur Tengah.

Misa beatifikasi Suster Maria Alfonsina dilaksanakan di Gereja Kabar Gembira, Nazareth pada tanggal 22 November 2009 yang dipimpin oleh Kardinal Angelo Amato, sebagai utusan dari Paus Benediktus XVI. Misa ini juga dihadiri oleh Gubernur Fouad Twal yang adalah seorang gubernur Latin Yerusalem. Kemudian, pada tanggal 6 Desember 2014, Paus Fransiskus meresmikan terjadinya mujizat yang kedua melalui intervensi Beata Maria Alfonsina Ghattas. Maka, bersama dengan 3 beata lainnya yaitu, Beata Jeanne-Emilie de Villeneuve, Beata Maria Cristina Brando dan Beata Maria Baouardy (Santa Maria dari Yesus yang Tersalib), Beata Maria Alfonsina Ghattas dikanonisasi 17 Mei 2015 di lapangan Santo Petrus, Vatikan yang dihadiri oleh 2.000 warga Kristen Palestina dan Presiden Palestina saat itu bernama Mahmoud Abbas.

Leave a comment