
Magdalena Canossa lahir pada tanggal 1 Maret 1774 di Verona, Italia dari pasangan bernama Marquis Ottavio di Canossa dan Teresa Szluha (bangsawan Hungaria). Magdalena dibaptis pada tanggal 2 Maret 1774. Pada tahun 1779 ayahnya meninggal karena kecelakaan. Kemudian, ditahun 1781, ibunya menikah lagi dengan seorang duda dari Mantua dan atas persetujuan ayah tirinya, anak-anaknya semua diasuh oleh paman mereka yang bernama Girolamo.
Pada tahun 1791, Magdalena mencoba untuk bergabung dengan Ordo Karmelit, tetapi ia hanya bertahan kurang lebih 8 bulan saja karena ia merasa hal itu bukanlah panggilannya. Maka, ia kembali ke rumahnya dan mengelola tanah miliknya yang luas.

Magdalena melihat kotanya penuh dengan orang miskin yang semakin menderita karena gejolak sosial. Gejolak sosial ini disebabkan oleh invasi Perancis dan pasukan oposisi kekaisaran Austria yang menguasai Verona. Situasi ini menggerakan hati Magdalena untuk melayani orang-orang yang kurang beruntung. Kemudian, Magdalena belajar di bawah asuhan Ordo Karmelit di Trento dan di Conegliano.
Dengan menggunakan harta warisan yang dimilikinya, Magdalena memulai kegiatan amalnya untuk orang sakit dan miskin di rumah sakit ataupun di rumahnya. Selain itu, Magdalena juga melayani para penjahat dan gadis-gadis yang ditinggalkan. Pada tanggal 1 April 1808, Magdalena diberikan sebuah biara yang sudah terbengkalai. Lalu, Magdalena menerima 2 gadis miskin dari daerah kumuh untuk merawat dan mendidik mereka. Kemudian, pada tanggal 8 Mei 1808, Magdalena pindah ke biara Santo Yosef dan disanalah bersama dengan beberapa perempuan lain yang bergabung bersamanya, terbentuklah sebuah kongregasi baru yang bernama Putri-Putri Canossian. Lalu, pada bulan Mei 1810, seorang imam bernama Antonio Angelo dan seorang bruder bernama Antonio Cavanis mengundang Magdalena ke Venice untuk bekerjasama.

Ketika kongregasi ini sudah mulai dikenal, maka kongregasi ini pun memulai karya pelayanan mereka untuk anak-anak miskin dan di rumah sakit. Kongregasi ini pun mulai menyebar ke kota-kota lain seperti, Venice (1812), Milan (1816), Bergamo (1820) dan Trent (1824). Lalu, Magdalena melakukan perjalanan ke Rovato untuk bekerjasama dengan Beata Suster Annunciata. Magdalena juga menuliskan regula kongregasi dan regula tersebut telah disetujui oleh Paus Leo XII. Hal ini menandakan secara resmi berdirinya Kongregasi Putri-Putri Canossian.
Sementara itu, ditanggal 23 Mei 1831, Magdalena pergi ke Venice untuk memulai oratorium pertama yang diberi nama The Sons of Charity. Oratorium ini diperuntukkan bagi anak laki-laki dan pria dewasa. Ia mempercayakan oratorium ini kepada seorang imam yang bernama Venice Francesco Luzzi dan dibantu 2 orang awam dari Bergamo bernama Giuseppe Carsana dan Benedetto Belloni. Lalu, ditahun 1834, Magdalena mengelola latihan rohani untuk kongregasi di Verona, Venice, Milan dan Bergamo.
Magdalena pun meninggal dunia pada tanggal 10 April 1835 akibat sakit dan kondisinya yang semakin menurun. Paus Pius XII memberikan beatifikasi kepada Magdalena dari Canossa pada tanggal 7 Desember 1941 di Basilika Santo Petrus dan pada tanggal 2 Oktober 1988 Paus Yohanes Paulus II mengkanonisasi Beata Magdalena dari Canossa sebagai orang kudus (santa).
