Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Adam dan Hawa, Manusia Pertama (24 Desember)

Gambar Taman Eden Beserta Adam Dan Hawa

Adam dan Hawa adalah manusia pertama yang diciptakan oleh Allah dan ditempatkan di Taman Firdaus. Mereka diakui sebagai sepasang suami-istri yang menurunkan segenap umat manusia dan mereka dihormati sebagai leluhur umat manusia. Gereja meyakini sekaligus mengajarkan bahwa, dosa manusia yang mencekam diwariskan dari Adam dan Hawa.

Dalam Perjanjian Lama, kata Adam berarti yang dari tanah atau bisa juga berarti manusia yang diciptakan Allah.  Didalam cerita Firdaus, Adam juga dipandang sebagai seorang laki-laki dan dipakai sebagai nama pribadi manusia yang pertama. Sedangkan dalam Perjanjian Baru, pribadi Adam digambarkan sebagai nenek moyang semua manusia, bahkan dalam makna pernikahan umat Kristen. Selain itu, Adam juga disambungkan hubungannya dengan Yesus.

Sementara itu, Hawa adalah perempuan pertama yang diciptakan oleh Allah dari tulang rusuk Adam. Nama Hawa dikaitkan dengan kata kerja bahasa Ibrani yaitu “Haya” yang berarti “hidup” dan bisa juga berarti “yang hidup” atau “ibu orang-orang hidup.”

Wednesday: God's Initiative to Save Us | Sabbath School Net

Dalam ajaran iman Katolik, Tuhan menciptakan Adam dan Hawa untuk menunjukkan cintaNya kepada manusia. Tuhan senantiasa berharap agar Adam dan Hawa bisa hidup berbahagia dan saling mencintai seperti diriNya yang sangat mencintai manusia. Menurut Alkitab juga, Hawa diciptakan dari tulang rusuk Adam yang diambil ketika Adam sedang tertidur. Maka, pada dasarnya, Hawa diciptakan sepadan dan sederajat dengan Adam dalam hal martabat manusia.

Karena kehidupan mereka yang berbahagia, membuat mereka sehati sejiwa erat dengan Tuhan. Alktitab juga menceritakan bagaimana mereka tidak ada rasa malu dihadapan Tuhan, sekalipun mereka telanjang. Akan tetapi, kedekatan itu berubah sejak mereka melanggar perintah Tuhan dengan memakan buah dari pohon terlarang. Dengan godaan setan, mereka ingin menjadi serupa dan sederajat dengan Allah yang mahatahu dengan memakan buah dari pohon pengetahuan baik dan jahat.

Dari ketidaktaatan itulah akhirnya membawa dosa dan maut bagi seluruh umat manusia. Walaupun begitu, cinta kasih Allah tidak berubah dan tidak pernah sirna bagi manusia. Karena cintaNya yang besar itulah, maka Ia mengutus putraNya yang tunggal yaitu Yesus untuk menebus dosa-dosa manusia. Dengan lahirnya Yesus dari Santa Perawan Maria, sudah tergenapilah janji Allah dan telah menghapus kecongkakkan dan ketidakpercayaan Hawa dengan kepercayaan, ketaatan dan kerendahan hati Maria. Melalui kehadiran Yesus dan Maria, maka jalan kepada Allah yang diputuskan oleh karena dosa, telah ditemukan kembali. 

Stream Marina Moheb | Listen to ترانيم العذراء playlist online for free ...

Dari penjelasan inilah, terbukti adanya hal positif dari dosa yang telah diwariskan oleh Adam dan Hawa. Lewat dosa dan pelanggaran mereka, mendatangkan anugerah terbesar Allah kepada manusia dengan pengutusan Yesus Kristus sebagai penebus dosa manusia. Oleh perbuatan Adam, dosa masuk ke dunia. Tetapi kedatangan “Adam Kedua” yaitu Yesus Kristus mendatangkan keselamatan bagi dunia. Adam telah diciptakan untuk mempersiapkan kedatangan “Adam Sejati” yaitu Yesus Kristus.

Selain itu, pasangan Adam dan Hawa juga diangkat Yesus sebagai cermin serta sumber rahmat bagi kehidupan perkawinan. Yesus berkata, Tidakkah kamu baca, bahwa Ia yang menciptakan manusia sejak semula menjadikan mereka laki-laki dan perempuan? Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.” (Matius 19:4-6). Santo Paulus juga menyatakan bahwa, kata-kata Yesus ini merupakan rahasia besar bagaimana Kristus bersatu dengan gerejaNya. Demikian pula bagaimana harusnya persekutuan cinta antara pria dan wanita yang bersatu serta berkembang dalam cinta menuju persatuan dengan Tuhan. 

Dengan demikian pula, Adam dan Hawa adalah ibu-bapa kita semua dan kuburnya dihormati di Gereja Pemakaman, Bukit Golgota, Yerusalem.

Leave a comment