Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Santa Magdalena Sofia Barat, Pengaku Iman (25 Mei)

Santa Madalena Sofia Barat

Magdalena lahir 12 Desember 1779 di Joigny, Burgundy, Perancis. Ayahnya bernama Jacquest Barat adalah seorang petani anggur dan pedagang cukup kaya. Mereka adalah keluarga Katolik yang taat dan tinggal di Joigny sampai beberapa generasi. Kakak Magdalena yang bernama Louis adalah seorang imam. Louis yang mengajari Magdalena membaca, menulis, belajar bahasa Latin, Matematika serta memperdalam iman Katolik lewat Alkitab. Hal ini dilakukan, karena pada masa itu masih jarang ada sekolah yang dibuka untuk perempuan.

Sampai pada suatu hari, seorang imam Jesuit bernama Pastor Varin memulai suatu karya kongregasi suster yang melayani dalam bidang pendidikan wanita. Kongregasi ini dibimbing dibawah Ordo Serikat Jesuit dan dipersembahkan kepada perlindungan Hati Yesus yang Mahakudus. Lalu, pada tanggal 21 November 1800, Magdalena yang berusia 21 tahun saat itu dan bersama dengan 3 temannya mendaftarkan diri sebagai anggota pertama dari kongregasi tersebut. Setahun kemudian, kongregasi ini dikenal dengan nama Kongregasi Suster Hati Kudus (Sacre Coeur) yang melayani pendidikan bagi kaum wanita. Kongregasi ini berhasil membuka sekolah pertamanya di Amiens, Perancis pada bulan September 1801.

Madeleine Sophie Barat - Alchetron, The Free Social Encyclopedia

Kemudian, pada bulan Desember 1802, Magdalena yang masih muda itu terpilih menjadi pemimpin biara. Hal pertama yang ia lakukan sebagai pemimpin biara adalah berlutut dan mencium kaki para susternya. Dibulan November 1804, Magdalena pergi ke Saint-Mari-d’en- Haut, dekat Grenoble, Perancis untuk menerima sebuah kongregasi Suster Visitasi yang segera tutup akibat Revolusi Perancis. Disanalah Magdalena bertemu dengan Santa Rosa Philippine Duchesne yang menyebarkan karya Kongregasi Suster Hati Kudus ke Amerika.

Karya Magdalena dalam mengembangkan kongregasinya berkembang sangat pesat. Segera ia membuka sekolah yang kedua di Grenoble dan yang ketiga di Poitiers. Dengan segala kerja kerasnya, Magdalena juga berhasil memperluas karyanya sampai ke  Amerika Utara, Italia, Swiss, Belgia, Aljazair, Inggris, Irlandia, Spanyol, Belanda, Jerman, Amerika Selatan,  Austria, dan Polandia. 

Berkat kekudusan dan kebijaksanaan hidupnya serta kerendahan hatinya, Magdalena terpilih menjadi Superior General untuk semua Biara Hati Kudus pada bulan Januari 1806. Sampai akhirnya ditahun 1826 Kongregasi Hati Kudus mendapatkan pengakuan dan pengesahan dari Paus Leo XII. Sekolah-sekolah Biara Hati Kudus berkembang dan mendapatkan reputasi lembaga pendidikan yang sangat berkualitas. Karya mereka dikenal sebagai tempat pendidikan bagi masyarakat kelas atas dan para elit sosial. Namun, ini sangat bertentangan dengan keinginan Magdalena yang ingin memberikan pendidikan terbaik untuk para kaum miskin.

Santa Magdalena Sofía Barat - El Perú necesita de Fátima

Selain itu, didalam kepemimpinannya, Magdalena senantiasa menyemangati para susternya untuk mencari kemuliaan Tuhan dengan bekerja keras demi menyucikan jiwa-jiwa. Magdalena mempunyai semboyan, “Memikul penderitaan untuk diri sendiri dan tidak membuat orang lain menderita”. Cintanya yang besar kepada Hati Kudus Yesus membuat hatinya tenang, sampai pada hari kematiannya yang jatuh  pada Hari Raya Kenaikan Tuhan ditanggal 25 Mei 1865 di Paris, Perancis. Setelah kematiannya, telah tercatat bahwa Magdalena berhasil membuka lebih dari 100 biara di 12 negara.

Magdalena Sofia Barat divenerasi 12 Februari 1905 dan dibeatifikasi 24 Mei 1908 oleh Paus Pius X, serta dikanonisasi 24 Mei 1925 oleh Paus Pius XI.

Leave a comment