Julianus dan Basilissa hidup pada abad ke 4 di Antiokhia, Syria. Karena cinta iman Kristiani mereka, Julianus dan Basilissa mengubah rumah mereka menjadi sebuah rumah sakit. Dalam rumah itu, mereka merawat yang sakit dan menolong para kaum miskin yang membutuhkan bantuan mereka. Julianus merawat pasien pria, sedangkan Basilissa merawat pasien wanita. Pasangan ini seolah menemukan Yesus dalam diri masing-masing orang yang mereka layani. Semua pelayanan yang mereka lakukan adalah karena cinta, bukan karena uang atau karena adanya maksud tertentu.
Menurut tradisi, pasangan suami istri ini meninggal dunia sebagai martir Kristus pada masa penganiayaan Kaisar Diokletianus.
