Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Santo Theobaldus dari Provins, Pengaku Iman (30 Juni)

A Camaldolese Archives - Catholic Contemplative Life

Theobaldus lahir pada tahun 1017 di Provins, Brie, Perancis. Ia berasal dari keluarga bangsawan tinggi kerajaan. Ayahnya bernama Arnoul adalah seorang pangeran Palatine dari Champagne dan ibunya bernama Gisela.

Ketika masih muda, Theobaldus gemar sekali membaca kisah para pertapa kudus, seperti Yohanes Pembaptis, Paulus Pertapa, Anthonius Agung dan Arsenius. Selain itu, Theobaldus juga mengunjungi seorang rahib bernama Bunchard yang tinggal di pulau kecil ditengah sungai Seine. Melalui bacaan rohani dan pertemanannya dengan Bunchard telah menumbuhkan panggilan Theobaldus untuk menjadi pertapa. Ia sangat tertarik dengan pola hidup asketis dan bermatiraga untuk meraih kesempurnaan hidup Kristiani.

Kerinduannya ini membuat Theobaldus menolak untuk menikah atau berkarier dibidang militer. Ketika terjadi perang saudara antara 2 sepupunya yang bernama Pangeran Blois Odo II dan Raja Conrad II, yang sedang memperebutkan mahkota Kerajaan Burgundi, Theobaldus menolak memimpin pertempuran tersebut. Karena keinginannya menjadi pertapa ditolak oleh ayahnya, Theobaldus pun secara diam-diam pergi meninggalkan rumah pada tahun 1054. Bersama dengan temannya bernama Walter, mereka pergi ke daerah Suxy di Distrik Chiny. Lalu, mereka pergi ke Pettingen dan untuk mengasah kerendahan hati, mereka bekerja sebagai kuli kasar sambil tetap menjalani hidup matiraga dan doa secara diam-diam.

Kemudian Theobaldus dan Walter menempuh perjalanan ziarah lewat rute Santo Yakobus dan kembali ke keuskupan Trier. Kemudian, mereka melanjutkan perjalanan ke Roma dan berencana akan berziarah ke Yerusalem melalui kota Venesia. Namun, Walter jatuh sakit ketika sedang berada di Salanigo, Vicenza. Karena itu, mereka memutuskan untuk menetap di Salanigo dan tak lama dari itu, Walter pun meninggal dunia.

Theobaldus tetap tinggal di Salanigo dan ia mulai dikenal banyak orang karena kesalehan hidupnya. Karena banyaknya orang yang datang meminta bimbingannya, Theobaldus mulai merasa terganggu dan ia pergi ke tempat yang lebih sepi. Namun, tetap saja orang-orang mengetahui keberadaannya dan meminta bimbingannya.

Nama Theobaldus pun sampai ke telinga Uskup Vicenza dan pertapaan Theobaldus dikunjungi oleh Uskup Vicenza. Lalu, Theobaldus ditahbiskan menjadi seorang imam. Theobaldus menceritakan latar belakangnya kepada uskup dan tak lama kemudian, kedua orangtuanya datang berkunjung ke pertapaannya. Melihat kesucian hidup anaknya, ibu Theobaldus pun memutuskan untuk menjadi pertapa wanita yang tempat tinggalnya tidak begitu jauh dari pertapaan Theobaldus.

Setelah itu, Theobaldus memutuskan untuk menjadi biarawan Benediktin Kamaldoli (OSB Cam), sebuah ordo yang didirikan oleh Santo Romualdus. Lalu,Theobaldus pun meninggal dunia 30 Juni 1066 di Salanigo, Vicenza, Italia dan ia dikanonisasi tahun 1073 oleh Paus Alexander II.

Leave a comment