![]()
Timotius lahir pada abad pertama di Listra, Asia Kecil. Ibunya adalah seorang Yahudi dan ayahnya seorang Yunani. Ketika Santo Paulus datang mewartakan Injil di Listra, Timotius, ibu serta neneknya menjadi pengikut Kristus.
Beberapa tahun kemudian, Santo Paulus kembali ke Listra dan bertemu dengan Timotius yang sudah dewasa. Santo Paulus merasa bahwa, Timotius dipanggil untuk mewartakan Injil Tuhan, maka Timotius pun diajak serta olah Santo Paulus untuk mewartakan Injil. Timotius pun setuju dan meninggalkan rumah beserta keluarganya untuk mengikuti jejak Santo Paulus. Sama dengan Santo Paulus, Timotius juga mengalami banyak penderitaan.
Timotius merupakan anak kesayangan Santo Paulus yang sudah dianggap seperti anaknya sendiri. Timotius selalu mengikuti kemana pun Santo Paulus pergi. Dalam suratnya kepada Timotius yang pertama maupun yang kedua, Santo Paulus menulis, “Anakku yang sah dalam Iman”. Sampai akhirnya, Timotius ditahbiskan menjadi Uskup Efesus dan tinggal disana untuk menggembalakan umatNya. Uskup Timotius pun meninggal dunia sebagai martir Kristus dengan cara dirajam sampai mati pada tahun 97.
