
Vinsensius Pallotti lagir 21 April 1795 di Roma, Italia. Ayahnya adalah seorang bangsawan Pallotti di Norcia bernama Pietro Pallotti. Ibunya juga merupakan warga bangsawan de Rossi di Roma yang bernama Magdalena de Rossi. Karena berasal dari keluarga bangsawan, Vinsensius pun mendapatkan pendidikan dari sekolah-sekolah terbaik. Ia belajar di sekolah menengah Santo Pantaleone dan melanjutkan pendidikannya di Universitas Roma.
Karena latar belakang dan pendidikannya, Vinsensius berkesempatan untuk menjadi pejabat pemerintah. Namun, Vinsensius memutuskan untuk menjadi seorang imam. Kemudian, Vinsensius belajar teologi dan ditahbiskan menjadi seorang imam pada tanggal 16 Mei 1820 dengan gelar doktor dalam teologi. Pastor Vinsensius dikenal sebagai seseorang yang bertubuh kecil dengan mata biru yang besar.

Vinsensius sempat ditawari menjadi asisten profesor di Universitas Sapienza. Akan tetapi, Vinsensius menolaknya dan memilih untuk melayani untuk karya pastoral. Lalu, pada tahun 1835, Vinsensius mendirikan sebuah kongregasi bernama The Society of the Catholic Apostolate (Societas Apostolatus Catholici, S.A.C.), atau yang lebih dikenal sebagai Serikat Pallottines. Serikat ini beranggotakan para imam dan kaum awam yang bertugas dalam penyebaran iman serta peningkatan nilai keadilan sosial.
Bersama Serikat Pallotines, Vinsensius mendirikan klinik-klinik untuk merawat mereka yang miskin, melayani para serdadu dan mengelola rumah-rumah jompo. Mereka juga membuka sekolah-sekolah gratis untuk para pembuat sepatu, penjahit, kusir, tukang kayu dan tukang kebun. Karya Vinsensius ini dijuluki Santo Filipus Neri yang Kedua.
Selain membantu masyarakat, Vinsensius juga membantu aksi pengumpulan bantuan bagi para misionaris, seperti pakaian misa, buku dan uang. Ia juga mengorganisir penerbit Katolik untuk mengirimkan buku-buku mereka kepada para misionaris di wilayah perutusan mereka.

Vinsensius Pallotti meninggal dunia 22 Januari 1850 di Roma, Italia tanpa sempat melihat perkembangan serikatnya. Lalu, ia divenerasi 24 Januari 1932 oleh Paus Pius XI, dibeatifikasi 22 Januari 1950 oleh Paus Pius XII dan dikanonisasi 20 Januari 1963 oleh Paus Yohanes XXIII.
Serikat Pallotines pun telah berkembang sampai ke seluruh dunia. Pada tahun 1890, misi pertama berhasil didirikan di tanah Afrika, wilayah koloni Jerman, Kamerun. Selain berkarya di Eropa dan Afrika, serikat ini telah melayani sampai ke Amerika Serikat, Taiwan, Filipina dan Australia.
