
Andreas Corsini lahir 30 November 1302 di Florence (Firenze), Italia. Ayahnya adalah seorang pangeran yang bernama Nichola Corsini dan ibunya bernama Gemma Degli Stracciabende (Donna Corsini). Ibunya adalah seorang umat Katolik yang saleh.
Ketika masih muda, Andreas banyak menghabiskan waktunya untuk berfoya-foya dan banyak melakukan hal yang tidak baik. Namun, Andreas masih lebih beruntung daripada teman-teman koleganya, karena Andreas mempunyai seorang ibu yang selalu mendoakannya untuk bertobat. Sama seperti Santa Monika yang mendoakan pertobatan Santo Agustinus, Donna Corsini juga memohon rahmat pertobatan bagi putranya.
Berkat doa seorang ibu yang tidak kunjung putus, Andreas pun bertobat dan ingin meninggalkan cara hidupnya yang lama, serta masuk biara Karmel. Lalu, ia menerima jubah biara pada tahun 1328 dan nama Andreas Corsini adalah nama anggota ke 18 dari 52 rahib perdana Biara Karmel Florence. Setelah ditahbiskan menjadi seorang imam, Andreas diutus untuk belajar di Paris dan di Avignon, Perancis.
Kemudian, pada pertengahan bulan April 1343, Andreas diutus untuk pindah ke Pisa karena adanya kontrak antara para religius dengan perkumpulan dari Battuti. Setahun kemudian, pimpinan gereja dari Provinsi Tuscan memilih Andreas sebagai konselor biara di Florence dan bagi kaum muda sampai bulan Mei 1347.
Pada tahun 1348, Andreas kembali ke Paris untuk mengikuti pertemuan para pemimpin biara di Metz. Disana, Andreas justru terpilih sebagai pemimpin biara di Provinsi Tuscan. Namun, 2 tahun kemudian, Paus Klemens VI mentahbiskan Andreas sebagai Uskup kota Fiesole, untuk menggantikan uskup sebelumnya yaitu Uskup Filignus Oliveri Carboni yang telah meninggal dunia. Pengangkatan Andreas Corsini sebagai uskup, disambut dengan sukacita dan gembira oleh umat di kota Florence. Kisah hidup masa muda dan kisah pertobatannya telah menjadi buah bibir, serta kesungguhan hatinya dalam menjalankan kehidupan biara telah membuat umat sangat bersukacita dengan kehadirannya.

Uskup Andreas Corsini pun dikenal sebagai seorang uskup yang sangat dekat dengan masyarakat. Ia hidup sederhana dan merakyat. Meskipun ia adalah seorang uskup, Andreas tetap hidup miskin sesuai regula ordonya. Ia sering mengunjungi umatnya dengan jubah coklat dan tanpa alas kaki.
Selain itu, Andreas juga sangat menaruh perhatian kepada tempat ibadah dikeuskupannya. Ia merenovasi serta memperbaiki Gereja Katedral Santa Maria dan Gereja Figline Valdarno yang hampir roboh. Andreas juga mendirikan sebuah biara susteran untuk para biarawati Karmel. Lalu, pada tahun 1372, Andreas juga membentuk sebuah lembaga persaudaraan para imam demi pembinaan moral dan pendidikan para imam. Disela kesibukannya, Andreas juga menulis 24 jilid buku pengajaran untuk para biarawan Karmel dengan berbagai topik.
Namun, dari segala pelayanannya bagi gereja dan biara Karmel, Andreas terlebih memperhatikan para kaum miskin. Andreas pun menyebut dirinya sebagai “bapak dan administrator orang miskin”. Banyak orang miskin yang mendapatkan perhatian dan kasih dari Andreas, terutama pada saat terjadi bencana kelaparan pada tahun 1348-1349.
Salah satu hal terisitimewa yang pernah Andreas lakukan adalah berhasil mendamaikan pertikaian yang terjadi diantara para bangsawan. Dalam pertikaian berdarah itu, Andreas bersikap sebagai penengah yang netral dan jujur. Kewibawaannya yang karisma mampu membawa kedamaian dan merukunkan banyak pihak.

Uskup Andreas Corsini meninggal dunia 6 Januari 1374 diusia 70 tahun dan ia sudah berpesan agar ia dimakamkan di Biara Karmel, Florence. Akan tetapi, umat kota Fiesole bersikeras agar Uskup Andreas Corsini dimakamkan dikota mereka. Para religius di Florence tidak menyerah dan tidak putus asa, sampai akhirnya atas izin dari Uskup Neri Corsini, jasad Uskup Andreas Corsini berhasil dibawa ke Florence pada tanggal 2 Februari 1374. Saat ini relikuinya masih tersimpan di Gereja Santa Maria del Carmine di Florence, Italia.
Uskup Andreas Corsini dibeatifikasi pada tanggal 21 April 1440 oleh Paus Eugenius IV dan dikanonisasi 22 April 1629 oleh Paus Urbanus VIII. Ordo Karmelit merayakan pesta penghormatannya setiap ditanggal 9 Januari.
